lanjutan dari FF kemarin langsung saja oke?
v
v
v
Chapther 02 " has Began "
>>> Happy Reading <<<
Penulis : Mr. Y
Pagi hari
dikota Kapuas, matahari bersinar cerah semua orang bersiap-siap dengan
rutinitas mereka, tapi tempat lain “ Bangun.. Heii, cepat Bangun….” Karin
memulai pagi dengan membangunkan adiknya.
“ ya ampun ini
anak susah banget dibangunin, padahal beberapa hari yang lalu dia bisa bangun
sendiri… Huh!! “ Karin menyerah membangunkan adiknya Ari.
Beberapa menit
kemudian dia kembali lagi ke kamar Ari dengan membawa sebuah gayung yang berisi
air. Byyurrr!!! Air yang ada didalam gayung sudah jatuh menimpa adiknya, “
Banjirrrr!!! Tolong !! “ Ari melihat sekitarnya tapi hanya ditempat tidurnya
saja yang terkena air. “ Eh,, ka Rin… Ngapain disini? “ dia bertanya dengan
wajah polosnya.
“ udah cepat
mandi sana “ perintah Karin.
“
Siap Kapten!! ”
Selesai mandi Ari
mengenakai seragam sekolahnya namun dia melupakan sesuatu dari seragamnya,
saat sedang mencari benda yang kurang itu dia tidak sengaja melihat jam. “
Gawat..bisa telat lagi nih” sekali lagi dia bercermin dan akhirnya teringat
sesuatu “ ka Rin dimana kau simpan dasi ku “ dengan paniknya dia bertanya,
“ ditempat
biasa kamu meletakkannya “ mendengar jawaban itu dia langsung pergi mengambil
dasi lalu menuju sekolah. “ Heii,, gak sarapan dulu?? “
“ nanti,,
disekolah.saja.”
******
Pagi di
sekolah SMA 48 sudah mulai ramai dengan datangnya para pelajar, Matahari terus
menampakan wajahnya yang indah dan menerangi pagi yang cerah
“ Mat, Ari
mana ia? Kok jam segini belum datang? “
“ aduh Dhan,
kayak baru kenal Ari aja, liat tuh diluar jendela, seperti biasa dia dapat
hadiah karena datang terlamabat “
“ hahaha, iya bener juga”
“ Selamat pagi
anak-anak”
“ Pagi!!!”
semua anak menjawab secara serempak
“ oke, saya
absen dulu “
Sementara itu dihalaman sekolah tempat
berada Ari
“ huh,,
pagi-pagi sudah membersihkan halaman dari sampah, mana belum makan lagi”
“gak usah
mengeluh, itu juga Karena perbuatan mu sendiri, saya jadi heran kenapa kamu tak
pernah bosan dapat hukuman ini”
Ari sudah
terbiasa mendapat hukuman seperti ini, tapi kali ini tidak seperti biasa karena
dia dihukum Cuma sendirian, semangatnya untuk belajarnya jadi hilang wajahnya
tampak lesu. “ Sekarang tinggal membersihkan area Par—“ dia temenung sesaat
dihadapannya ada seorang gadis berbaju dan topi putih,
“ eh, kamu
yang kemarinkan, tolong temanin aku berkeliling lagi…” senyuman manis gadis itu
membuat Ari terdiam dan tak bisa berbuat apa-apa, gadis itu menarik tangan Ari
dan membawanya keliling sekolah, tapi Saat Ari ingin memasuki kelasnya
“ sudah dulu
ya aku i--. Loh kemana perginya?? ” gadis itu menghilang tanpa jejak.
“ Ari, ngapain
melamun didepan kelas ayo masuk dan kerjakan soal yang ada dipapan tulis “
“ eeee,,, baru
juga datang Pak?? “
“ oke, pilih
PR khusus atau Menyelesaikan Soal di depan “ *Troll face
“ Skatmat.. oh
God Why “
Saat siang harinya... kelas sudah sepi hanya tinggal Ari sendirian dikelas yang sedang
membersihkan ruangan, Ari yang sedang asik membersihkan kelas mulai merasakan
hawa-hawa aneh, bulu kudunya mulai berdiri lalu tubuhnya mulai merinding, dan
terdengar langkah kaki seseorang mendekat kearahnya.
“ Halowww…
Ketemu Lagi “
“
huaaaa!!,, eh kamu ternyata? Ngagetin aja untung aku gak jantungan “ masih
mengatur nafasnya
“
hihi maaf-maaf,, habis kamunya seperti minta dikagetin “ jelas gadis itu sambil
menahan tawa
“
aww sembarangan,, bukannya dari tadi aku lagi piket kelas ” melanjutkan piket
kelas
Satu
persatu siswa dan para guru disekolah SMA 48 pulang masing-masing, kali ini
keadaan sekolah benar-benar kosong dan hanya ada Ari dan gadis bertopi putih.
Mereka berdua begitu asik ngobrol berdua hingga sore
“
aduh Dhani,, bisanya nyusahin aja kamu ini ” keluh Amat dengan nada sedikit
kesal
“
hehe ya maaf Mat, habisnya kelas kita pulang cepat jadi lupa aku ngerapi’in
barang-barang ”
“
eeh,, tunggu sepertinya ada orang didalam kelas kita, coba deh dengar? “ Tanya
Amat penuh rasa penasaran
“
mana?” mereka mendekatkan kuping ke dekat pintu kelas “ kamu benar Mat tapi
kira-kira siapa? “ tanya Dhani heran
“
ntahlah siapa yang tau? Kita lihat aja langsung, sekalian ngambil barang mu
yang ketinggalan ” jelas Amat
Akhirnya
mereka berdua masuk dan meliahat Ari bersama seorang cewe bertopi putih. “
Ari!!! Apa maksudnya ini? Bukannya kau tak tertarik dengan perempuan “ ucap
Dhani plus dengan gaya konyolnya
“
Aku rasa sebentar lagi akan terjadi hujan badai, disetai dengan kilat dan
petir, ditemani angin puting beliung dan angin topan “ lanjut Amat dengan tegas
“
ya ampun, jahat banget jadi teman” hanya kata itu yang keluar dari mulut Ari,
dan ia hanya bisa menupuk jidat sambil mengelengkan kepala “ huh… teori kalian
salah. Pertama aku ini masih normal jadi wajar saja kalo dekat-dekat cewe.
Kedua apa aku memiliki semacam kutukan jika dekat dengan cewe?”
“
hey.. ayolah kami hanya bercanda,”
“
Kalian nyari apa dari tadi, muter-muter gitu?” Tanya Ari heran
“
ini buku paket Dhani, ketinggalan dikelas”
“
oh buku paket yang didalamnya ada komik hentai? Tadi aku taruh diatas meja
guru”
Mendengar
kata hentai Amat bergegas ke meja guru dan mengambil buku paket Dhani, lalu dia
mencari-cari komik itu “ mana Ri? Kok tidak ada”
“
ya jelas gak ada semua komik itu sudah ku sembunyikan ditempat yang paling
aman” suasana diruangan hening sesaat, “ opps,, keceplosan “ Dhani menepuk
jidatnya
“
biar ku tebak, pasti didalam kamar dibawah tempat tidurmu?”
Ekspresi di
wajah Dhani berubah drastis “ udahlah sekarang ayo kita pulang aku mau baca “
Amat langsung menarik tangan Dhani dan
membawanya keluar sekolah
“ huh… dasar
mereka itu, tapi kemana gadis tadi? ” Ari menarik nafas yang membuangnya “
mungkin dia sudah pulang, dan aku juga sebaiknya cepat kembali kerumah”
Keadaan dikota
sudah mulai sepi, lampu-lampu penerang sudah mulai dihidupkan, masih terlihat
orang beberapa orang melintas dijalan raya mengunakan motor pribadi mereka,
diperjalanan pulang Ari kembali melintasi jalan pintas yang biasa ia pakai,
namun ditengah perjalanan dia melihat orang-orang aneh yang mengejarnya
beberapa waktu lalu, mereka sedang mengepung geng preman didaerah sini…
Para preman
terlihat tidak senang dengan orang-orang aneh itu, mereka bertanya-tanya apa
maksud orang-orang tersebut, tapi tidak ada yang menjawab pertanyaan mereka.
Akhirnya baku hantam pun terjadi, geng preman mendominasi perang tersebut
karena jumlah mereka lebih banyak.
Tidak banyak
yang dilakukan orang-orang aneh itu mereka hanya menghindar dan menangkis
serang para preman, tak lama kemudian 3 diantara orang aneh berbalik melawan
geng preman dan sisanya mundur kebelakang. Hanya dalam hitungan detik semua
preman dikalahkan.
“ untung aku
bisa lolos waktu itu, klo tidak bisa tamat riwayat ku” ucap Ari dalam hati
Lalu muncul
salah satu dari mereka yang sangat mencolok dengan tanduknya besar dan tongkat
yang dibawanya. Entah apa yang mereka bicarakan tapi beberapa preman berdiri
dan berbaris dengan rapi dibelakang orang bertanduk itu, hanya ada 3 preman
yang tidak mengikuti temannya yang lain, orang bertanduk memukul mereka bertiga
lalu tak lama mereka lemas tak berdaya.
Kantong kresek
yang berisikan makanan terjatuh ketanah “ kyaaa!!!! apa yang terjadi disini!! “
seorang cewe yang kebetulan lewat kaget melihat kejadian yang menimpa geng
preman itu, Ari juga ikut kaget karena sudah pasti mereka akan dikejar-kejar.
Tanpa pikir panjang ia menarik tangan gadis itu dan membawanya kabur bersama. “
bisa kau jelaskan padaku apa yang terjadi sebenarnya “ Tanya cewe kepada Ari.
“ akan ku
jelaskan jika kita masih hidup “ benar apa yang dikhawatirkan Ari menjadi
kenyataan, mereka berdua dikejar-kejar orang-orang aneh tersebut. Mereka sedang
asik main kejar-kejaran tiba-tiba bayangan misterius melintasi melewati Ari dan
cewe yang dibawanya. Ari melihat kebelakang dan orang-orang aneh itu berhenti
mengejar mereka “ syukurlah kita selamat,, eh loh kemana perginya cewe cantik tadi?
Ah sudahlah..”
******
Keesokan
harinya… pagi begitu cerah, sinar mentari begitu terang dan kegiatan di sekolah
SMA 48 kapuas berjalan seperti biasanya
“
anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru, pindahan dari sekolah SMA 1 Nusa
Indah ” terang pak Budi “ oke silahkan masuk ”
“
awas minggir,,minggir “ suasana langsung hening saat Ari masuk kedalam
kelasnya, “ kok pada diem, aku gak telat bangetkan? “ pak Budi hanya
mengelengkan kepalanya
“
ya sudah kamu silahkan masuk “ perintah pak Budi memangil seseorang yang berada
diluar ruangan
Suasana
ruangan kelas kembali hening saat murid pindahan masuk ke kelas mereka, semua
pusat perhatian tertuju padanya, kecuali Ari yang masih belum mengerti situasi
sekarang, setiap langkah murid pindahan itu begitu diperhatikan, Dhani dan Amat
tidak berkedip sedikitpun melihat murid pindahan tersebut, Ari yang heran
melihat Dhani dan Amat begitu serius juga ikut menoleh kearah murid pindahan,
murid pindahan itu tersenyum saat Ari melihat dirinya…
“
seperti pernah bertemu tapi dimana ia??” Tanya Ari dalam hati
“
oke, sekarang perkenalkan dirimu” kata pak Budi di barengi dengan senyumnya
“
Nama saya adalah Sonia Lestari Mugani, salam kenal semuanya “ dia tersenyum
kepada seluruh siswa dikelas, dan itu membuat seluruh siswa laki-laki Nosebleed ingin terbang kelangit
ke 7, kecuali si Ari yang masih memikir keras siapa cewe yang ada dihadapannya.
“
anak-anak ada yang ingin kalian tanyakan, Sebelum kita mulai belajar? Tanya pak
Budi memecah keheninggan. Semua siswa laki-laki mengngkat tangannya “ baiklah,
tapi saya tidak mengizinkan pertanyaan yang ngawur” setelah pak Budi berkata
demikian semua siswa mengurungkan niatnya.
“
Ari kursi disebelah mu kosongkan?” Ari hanya mengangguk “ sekarang kalian
berdua duduk bersama dan akan bapak mulai pelajarannya”
Atmosphere
diruangan tiba-tiba berubah begitu drastis saat Sonia dan Ari duduk satu meja,
tatapan mata siswa laki-laki berubah menjadi tatapan singa kelaparan yang
sedang mengincar mangsanya, Ari yang tau sedang diawasi cuek-cuek saja karena
pelajaran sudah dimulai
“
Kenalin nama ku Sonia, apa benar kamu yang menolong ku kemarin? “ dia bertanya
sambil mengulurkan tanganya
“
ooh,, jadi benar kamu yang kemarin, kenalin aku Ari Rasenda “ ia menyambut
tangan Sonia
“
Syukurlah kita dapat bertemu lagi ”
Atmosphere
dikelas semakin meningkat, hawa jahat terus bermunculan dari siswa laki-laki. “
semua saya minta untuk memperhatikan pelajaran, sekarang belum jam istirahat “
Pak Budi mencoba mengendalikan suasana kelam dikelas…
“
ya ampun dasar kelompok jones “ kata salah satu siswi, nada datar namun ngena
dihati
“
jangan asal bicara!!, kalian tidak tau apa saja yang kami lalui untuk membuang Tittle ini!! “ kata salah satu siswa
laki-laki, “ Benar!!! “ dilanjutkan oleh beberapa siswa lain
“
kami memang tidak tau, tapi fakta menunjukkan bahwa kalian masih jones “ balas
seorang siswi
Semua
siswa laki-laki syok dan depresi setelah mendengar kata-kata yang keluar dari
mulut siswi itu, Ari hanya bisa menahan tawa melihat meraka teman-temannya
berdebat, Sonia masih tidak bisa memahami apa yang terjadi tapi dia tersenyum
melihat semua ceria. Kecuali pak Budi yang sedang duduk diam sambil memegang
kepala….<yang sabar ya pak>
******
Bel
sudah berbunyi, dan itu adalah tanda bahwa pelajaran harus berakhir, namun di
telinga para siswa itu adalah sebuah music yang mereka tunggu-tunggu setelah
setengah hari belajar disekolah.
“
eh,, kamu tau gak katanya beberapa hari ini disekolah ada muncul hantu cewe “
cerita salah seorang siswa “ yang benar aja “ kata temannya
“
benar, dan menurut rumor yang beredar hantu itu suka mengganggu cowo pemalas “
mengalihkan pandangannya ke tempat duduk Ari, dia yang dari tadi bermalasan
ditempat duduknya dan hanya mendengarkan pembicaraan mereka, Ari meresa terusik
atas perhatian temannya.
“
iih, serem juga klo memang beneran ada hantu, semoga saja dia tidak menganggu
pacar ku “ mereka pun tertawa bersama dan pergi meninggalkan kelas
“
Ari,kok malas-malas pulang bareng yuk? “ ajak Sonia. Ari tidak menjawab tapi
mengikuti Sonia dari belakang
Mereka
berdua terus berjalan tanpa berkata sepatah kata, hari yang terik membuat
keringatan lalu mereka mampi disebuah toko karena kehausan. Ari langsung
meminum air mineral yang baru saja dibelinya dan Sonia sedang asyik membaca
sebuah Browsur
“
hufh,, cuacanya mulai panas gak asyik, lagi liatin apa sih Son? “
“
ini ada pameran pembukaan dimuseum Tarumanegara, besok lusa kita kesana ya?? “
ajak Sonia dengan memberikan senyumnya yang menawan
“
emm,, malam minggu?? “ Ari berpikir sejenak “ boleh ku lihat browsurnya? “ Dia
mengambil kertas yang baru saja dipegang Sonia, “ baiklah. nanti kita kesana “
sebenarnya tidak ada yang menarik di acara itu, tapi dia teringat akan mimpi
sebelumnya
“
syukurlah, ayo kita pulang “ dia tersenyum riang
“
sebentar aku mau bayar dulu ” Ari berjalan menuju penjaga toko “ berapa semua
belanjaan kami? “
“
5000 rupiah de ”
Bruk!!
Sebuah benda terjatuh saat Ari menarik uang yang ada disakunya, “ ini uangnya
pak ” Ari tidak menyadari hal ini, lalu Sonia memungut benda itu dan
menyimpannya kedalam tas
Beberapa
hari kemudian… hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, acara pembukaan museum
Tarumanegara, malam yang tenang disertai dengan sinar bulan yang terang
benderang membuat acara pembukaan menjadi meriah. Apalagi banyak stand makanan
yang didiran beberapa orang untuk mencari rezeki.
“
wah lumayan banyak juga orang yang datang ”
“
iya Ri kamu benar, ayo kita ke sana“ menarik tangan Ari dan berjalan bersama
Mereka
berdua berjalan kesana kemari melihat stand-stand yang dibangun didekat museum,
sambil menunggu acara dibukanya museum mereka membeli beberapa makanan ringan
untuk menganjal perut
“
oh iya, beberapa hari yang lalu aku memungut gelang. Ini punya mu? “ Sonia
memperlihatkan gelang yang ia temukan
“
bukan Son, aku juga memunggutnya dijalan waktu melewati jalan pintas. Klo kamu
mau ambil aja gpp “
“
jangan begitu walaupun aku yang make ini gak cocok buat cewe, mending kamu aja
yang make “ Sonia langsung menarik tangan Ari “ sini biar aku yang masangin “
“
eee.. lihat tuh udah boleh masuk ke dalam museum “
“
ayo kesana “
Mereka
beranjak dari tempatnya menuju museum, tiba-tiba muncul gadis bertopi ditempat
Ari dan Sonia tadi, gadis itu pun berkata “ permainan akan segera dimulai, Ari
bersiaplah “ kali ini mereka
melihat-lihat seluruh isi museum tanpa terkecuali. Entah apa yang terjadi
mereka tiba-tiba tersesat didalam museum, mereka memutuskan bertanya kepada
penjaga didalam museum. Lalu penjaga museum memangil seorang pemandu museum.
“
selamat datang ade-ade, ada yang bisa kami bantu “ kata pemandu museum
“
jadi begini pak, kami sedang tersesat “ terang Ari
“
kalian pasangan yang kurang beruntung ya… baiklah saya akan memandu kalian
melihat-lihat museum ini. Lain kali sampe tersesat ok? “
“
oke pak ” jawab Ari datar
Ari
dan Sonia diajak pemandu itu melewati semua ruangan yang ada dimuseum, dia
menjelaskan begitu detain dan begitu rinci tentang sejarah, kronologi, dan
bagaimana barang-barang yang dipajang bisa ditemukan. Pamandu itu ramah namun
sedikit ngeselin, saat yang ditunggu Ari akhirnya tiba, pemandu itu akan
menjelaskan tentang jam kompas yang diberi nama Carna oleh para penemu… akan
tetapi harapan Ari harus musnah karena kedatangan orang-orang aneh yang sering
dilihatnya dalam gang kecil.
“
siapa kalian? Apa yang kalian inginkan? “ Tanya pemandu panik. Tidak akan satu
kata yang keluar, mereka malah memecahkan kaca pelindung Carna, pemandu
bergegas mengamankan Carna dan membawanya lari, diikuti dengan Sonia dan Ari.
Semua
orang didalam museum berhamburan keluar setelah mendengar sirine bahaya dan
peringatan dari penjaga museum, namun diluar juga telah dikepung oleh beberapa
preman yang lengkap dengan senjata tumpul, dan tajam.
Orang
berpakaian aneh berhasil mengepung pemandu museum yang membawa Carna, disisi
lain Ari dan Sonia dapat lolos dari kejaran orang-orang aneh namun mereka
berdua terpisah
“
aku tidak akan memberikannya kepada kalian!!” orang-orang itu terus mendekati
pemandu, dia hanya bisa berjalan mundur untuk menghindari musuh yang ada di
depannya. Orang itu memukul wajah pemandu hingga pemandu itu terjatuh ke
lantai, Carna yang dipegang oleh pemandu terlempar kedekat Ari. ” Bawa benda
itu dan lari dari sini sini” perintah pemandu museum.
Kyaaaa!!!
Suara teriakan Sonia memecah keheningan, ternyata bukan hanya pemandu museum
yang dikepung orang-orang Sonia juga menjadi salah satu korban. Ari yang bimbang
dan takut langsung mengambil Carna dan berlari kearah Sonia. Anehnya Ari dapat
berlari cepat sebelum orang-orang itu
menyerang Sonia.
“
apa yang terjadi bagaimana aku bisa sampai disini “ muncul cahaya yang bersinar
dari tangan kirinya, rupanya cahaya itu berasal dari Carna, dan gelang yang
dipakai juga ikut bercahaya.
“
Pasang Carna gelang yang kau pakai “ suara bisikan muncul dipendengaran Ari
“
Akkhhh!! Aku Coba Saja!!! “
Ari
mengikuti suara bisikan itu, gelang yang bercahaya disatukan denga Carna yang
juga bersinar. Dan hasilnya sinarnya semakin membesar, semakin terang, dan
semakin silau.
Bersambung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar