Rabu, 22 Oktober 2014

The Myth of Wild's : Chapter 02



lanjutan dari FF kemarin langsung saja oke?
v
 v
 v
 Chapther 02 " has Began "

>>> Happy Reading <<<
Penulis : Mr. Y
 
Pagi hari dikota Kapuas, matahari bersinar cerah semua orang bersiap-siap dengan rutinitas mereka, tapi tempat lain “ Bangun.. Heii, cepat Bangun….” Karin memulai pagi dengan membangunkan adiknya.

“ ya ampun ini anak susah banget dibangunin, padahal beberapa hari yang lalu dia bisa bangun sendiri… Huh!! “ Karin menyerah membangunkan adiknya Ari.

Beberapa menit kemudian dia kembali lagi ke kamar Ari dengan membawa sebuah gayung yang berisi air. Byyurrr!!! Air yang ada didalam gayung sudah jatuh menimpa adiknya, “ Banjirrrr!!! Tolong !! “ Ari melihat sekitarnya tapi hanya ditempat tidurnya saja yang terkena air. “ Eh,, ka Rin… Ngapain disini? “ dia bertanya dengan wajah polosnya.

“ udah cepat mandi sana “ perintah Karin.
            “ Siap Kapten!! ”

Selesai mandi Ari mengenakai seragam sekolahnya namun dia melupakan sesuatu dari seragamnya, saat sedang mencari benda yang kurang itu dia tidak sengaja melihat jam. “ Gawat..bisa telat lagi nih” sekali lagi dia bercermin dan akhirnya teringat sesuatu “ ka Rin dimana kau simpan dasi ku “ dengan paniknya dia bertanya,
 “ ditempat biasa kamu meletakkannya “ mendengar jawaban itu dia langsung pergi mengambil dasi lalu menuju sekolah. “ Heii,, gak sarapan dulu?? “
“ nanti,, disekolah.saja.”

******

Pagi di sekolah SMA 48 sudah mulai ramai dengan datangnya para pelajar, Matahari terus menampakan wajahnya yang indah dan menerangi pagi yang cerah

“ Mat, Ari mana ia? Kok jam segini belum datang? 
“ aduh Dhan, kayak baru kenal Ari aja, liat tuh diluar jendela, seperti biasa dia dapat hadiah karena datang terlamabat “
 hahaha, iya bener juga”
“ Selamat pagi anak-anak”
“ Pagi!!!” semua anak menjawab secara serempak
“ oke, saya absen dulu “


Sementara itu dihalaman sekolah tempat berada Ari

“ huh,, pagi-pagi sudah membersihkan halaman dari sampah, mana belum makan lagi”
“gak usah mengeluh, itu juga Karena perbuatan mu sendiri, saya jadi heran kenapa kamu tak pernah bosan dapat hukuman ini”

Ari sudah terbiasa mendapat hukuman seperti ini, tapi kali ini tidak seperti biasa karena dia dihukum Cuma sendirian, semangatnya untuk belajarnya jadi hilang wajahnya tampak lesu. “ Sekarang tinggal membersihkan area Par—“ dia temenung sesaat dihadapannya ada seorang gadis berbaju dan topi putih,

“ eh, kamu yang kemarinkan, tolong temanin aku berkeliling lagi…” senyuman manis gadis itu membuat Ari terdiam dan tak bisa berbuat apa-apa, gadis itu menarik tangan Ari dan membawanya keliling sekolah, tapi Saat Ari ingin memasuki kelasnya

“ sudah dulu ya aku i--. Loh kemana perginya?? ” gadis itu menghilang tanpa jejak.
“ Ari, ngapain melamun didepan kelas ayo masuk dan kerjakan soal yang ada dipapan tulis “
“ eeee,,, baru juga datang Pak?? “
“ oke, pilih PR khusus atau Menyelesaikan Soal di depan “ *Troll face
“ Skatmat.. oh God Why 


Saat siang harinya... kelas sudah sepi hanya tinggal Ari sendirian dikelas yang sedang membersihkan ruangan, Ari yang sedang asik membersihkan kelas mulai merasakan hawa-hawa aneh, bulu kudunya mulai berdiri lalu tubuhnya mulai merinding, dan terdengar langkah kaki seseorang mendekat kearahnya.

“ Halowww… Ketemu Lagi “
            “ huaaaa!!,, eh kamu ternyata? Ngagetin aja untung aku gak jantungan “ masih mengatur nafasnya
            “ hihi maaf-maaf,, habis kamunya seperti minta dikagetin “ jelas gadis itu sambil menahan tawa
            “ aww sembarangan,, bukannya dari tadi aku lagi piket kelas ” melanjutkan piket kelas

            Satu persatu siswa dan para guru disekolah SMA 48 pulang masing-masing, kali ini keadaan sekolah benar-benar kosong dan hanya ada Ari dan gadis bertopi putih. Mereka berdua begitu asik ngobrol berdua hingga sore

            “ aduh Dhani,, bisanya nyusahin aja kamu ini ” keluh Amat dengan nada sedikit kesal
            “ hehe ya maaf Mat, habisnya kelas kita pulang cepat jadi lupa aku ngerapi’in barang-barang ”
            “ eeh,, tunggu sepertinya ada orang didalam kelas kita, coba deh dengar? “ Tanya Amat penuh rasa penasaran
            “ mana?” mereka mendekatkan kuping ke dekat pintu kelas “ kamu benar Mat tapi kira-kira siapa? “ tanya Dhani heran
            “ ntahlah siapa yang tau? Kita lihat aja langsung, sekalian ngambil barang mu yang ketinggalan ” jelas Amat

            Akhirnya mereka berdua masuk dan meliahat Ari bersama seorang cewe bertopi putih. “ Ari!!! Apa maksudnya ini? Bukannya kau tak tertarik dengan perempuan “ ucap Dhani plus dengan gaya konyolnya
            “ Aku rasa sebentar lagi akan terjadi hujan badai, disetai dengan kilat dan petir, ditemani angin puting beliung dan angin topan “ lanjut Amat dengan tegas
            “ ya ampun, jahat banget jadi teman” hanya kata itu yang keluar dari mulut Ari, dan ia hanya bisa menupuk jidat sambil mengelengkan kepala “ huh… teori kalian salah. Pertama aku ini masih normal jadi wajar saja kalo dekat-dekat cewe. Kedua apa aku memiliki semacam kutukan jika dekat dengan cewe?”
            “ hey.. ayolah kami hanya bercanda,”
            “ Kalian nyari apa dari tadi, muter-muter gitu?” Tanya Ari heran
            “ ini buku paket Dhani, ketinggalan dikelas”
            “ oh buku paket yang didalamnya ada komik hentai? Tadi aku taruh diatas meja guru”
            Mendengar kata hentai Amat bergegas ke meja guru dan mengambil buku paket Dhani, lalu dia mencari-cari komik itu “ mana Ri? Kok tidak ada”
            “ ya jelas gak ada semua komik itu sudah ku sembunyikan ditempat yang paling aman” suasana diruangan hening sesaat, “ opps,, keceplosan “ Dhani menepuk jidatnya
            “ biar ku tebak, pasti didalam kamar dibawah tempat tidurmu?”
Ekspresi di wajah Dhani berubah drastis “ udahlah sekarang ayo kita pulang aku mau baca “ Amat langsung menarik tangan  Dhani dan membawanya keluar sekolah
“ huh… dasar mereka itu, tapi kemana gadis tadi? ” Ari menarik nafas yang membuangnya “ mungkin dia sudah pulang, dan aku juga sebaiknya cepat kembali kerumah”

Keadaan dikota sudah mulai sepi, lampu-lampu penerang sudah mulai dihidupkan, masih terlihat orang beberapa orang melintas dijalan raya mengunakan motor pribadi mereka, diperjalanan pulang Ari kembali melintasi jalan pintas yang biasa ia pakai, namun ditengah perjalanan dia melihat orang-orang aneh yang mengejarnya beberapa waktu lalu, mereka sedang mengepung geng preman didaerah sini…

Para preman terlihat tidak senang dengan orang-orang aneh itu, mereka bertanya-tanya apa maksud orang-orang tersebut, tapi tidak ada yang menjawab pertanyaan mereka. Akhirnya baku hantam pun terjadi, geng preman mendominasi perang tersebut karena jumlah mereka lebih banyak.

Tidak banyak yang dilakukan orang-orang aneh itu mereka hanya menghindar dan menangkis serang para preman, tak lama kemudian 3 diantara orang aneh berbalik melawan geng preman dan sisanya mundur kebelakang. Hanya dalam hitungan detik semua preman dikalahkan.

“ untung aku bisa lolos waktu itu, klo tidak bisa tamat riwayat ku” ucap Ari dalam hati

Lalu muncul salah satu dari mereka yang sangat mencolok dengan tanduknya besar dan tongkat yang dibawanya. Entah apa yang mereka bicarakan tapi beberapa preman berdiri dan berbaris dengan rapi dibelakang orang bertanduk itu, hanya ada 3 preman yang tidak mengikuti temannya yang lain, orang bertanduk memukul mereka bertiga lalu tak lama mereka lemas tak berdaya.

Kantong kresek yang berisikan makanan terjatuh ketanah “ kyaaa!!!! apa yang terjadi disini!! “ seorang cewe yang kebetulan lewat kaget melihat kejadian yang menimpa geng preman itu, Ari juga ikut kaget karena sudah pasti mereka akan dikejar-kejar. Tanpa pikir panjang ia menarik tangan gadis itu dan membawanya kabur bersama. “ bisa kau jelaskan padaku apa yang terjadi sebenarnya “ Tanya cewe kepada Ari.

“ akan ku jelaskan jika kita masih hidup “ benar apa yang dikhawatirkan Ari menjadi kenyataan, mereka berdua dikejar-kejar orang-orang aneh tersebut. Mereka sedang asik main kejar-kejaran tiba-tiba bayangan misterius melintasi melewati Ari dan cewe yang dibawanya. Ari melihat kebelakang dan orang-orang aneh itu berhenti mengejar mereka “ syukurlah kita selamat,, eh loh kemana perginya cewe cantik tadi? Ah sudahlah..”

******

Keesokan harinya… pagi begitu cerah, sinar mentari begitu terang dan kegiatan di sekolah SMA 48 kapuas berjalan seperti biasanya

“ anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru, pindahan dari sekolah SMA 1 Nusa Indah ” terang pak Budi “ oke silahkan masuk ”
“ awas minggir,,minggir “ suasana langsung hening saat Ari masuk kedalam kelasnya, “ kok pada diem, aku gak telat bangetkan? “ pak Budi hanya mengelengkan kepalanya
“ ya sudah kamu silahkan masuk “ perintah pak Budi memangil seseorang yang berada diluar ruangan

Suasana ruangan kelas kembali hening saat murid pindahan masuk ke kelas mereka, semua pusat perhatian tertuju padanya, kecuali Ari yang masih belum mengerti situasi sekarang, setiap langkah murid pindahan itu begitu diperhatikan, Dhani dan Amat tidak berkedip sedikitpun melihat murid pindahan tersebut, Ari yang heran melihat Dhani dan Amat begitu serius juga ikut menoleh kearah murid pindahan, murid pindahan itu tersenyum saat Ari melihat dirinya…

“ seperti pernah bertemu tapi dimana ia??” Tanya Ari dalam hati
“ oke, sekarang perkenalkan dirimu” kata pak Budi di barengi dengan senyumnya
“ Nama saya adalah Sonia Lestari Mugani, salam kenal semuanya “ dia tersenyum kepada seluruh siswa dikelas, dan itu membuat seluruh siswa laki-laki Nosebleed ingin terbang kelangit ke 7, kecuali si Ari yang masih memikir keras siapa cewe yang ada dihadapannya.
“ anak-anak ada yang ingin kalian tanyakan, Sebelum kita mulai belajar? Tanya pak Budi memecah keheninggan. Semua siswa laki-laki mengngkat tangannya “ baiklah, tapi saya tidak mengizinkan pertanyaan yang ngawur” setelah pak Budi berkata demikian semua siswa mengurungkan niatnya.
“ Ari kursi disebelah mu kosongkan?” Ari hanya mengangguk “ sekarang kalian berdua duduk bersama dan akan bapak mulai pelajarannya”

Atmosphere diruangan tiba-tiba berubah begitu drastis saat Sonia dan Ari duduk satu meja, tatapan mata siswa laki-laki berubah menjadi tatapan singa kelaparan yang sedang mengincar mangsanya, Ari yang tau sedang diawasi cuek-cuek saja karena pelajaran sudah dimulai

“ Kenalin nama ku Sonia, apa benar kamu yang menolong ku kemarin? “ dia bertanya sambil mengulurkan tanganya
“ ooh,, jadi benar kamu yang kemarin, kenalin aku Ari Rasenda “ ia menyambut tangan Sonia
“ Syukurlah kita dapat bertemu lagi ”
Atmosphere dikelas semakin meningkat, hawa jahat terus bermunculan dari siswa laki-laki. “ semua saya minta untuk memperhatikan pelajaran, sekarang belum jam istirahat “ Pak Budi mencoba mengendalikan suasana kelam dikelas…
“ ya ampun dasar kelompok jones “ kata salah satu siswi, nada datar namun ngena dihati
“ jangan asal bicara!!, kalian tidak tau apa saja yang kami lalui untuk membuang Tittle ini!! “ kata salah satu siswa laki-laki, “ Benar!!! “ dilanjutkan oleh beberapa siswa lain
“ kami memang tidak tau, tapi fakta menunjukkan bahwa kalian masih jones “ balas seorang siswi
Semua siswa laki-laki syok dan depresi setelah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut siswi itu, Ari hanya bisa menahan tawa melihat meraka teman-temannya berdebat, Sonia masih tidak bisa memahami apa yang terjadi tapi dia tersenyum melihat semua ceria. Kecuali pak Budi yang sedang duduk diam sambil memegang kepala….<yang sabar ya pak>

******

Bel sudah berbunyi, dan itu adalah tanda bahwa pelajaran harus berakhir, namun di telinga para siswa itu adalah sebuah music yang mereka tunggu-tunggu setelah setengah hari belajar disekolah.
“ eh,, kamu tau gak katanya beberapa hari ini disekolah ada muncul hantu cewe “ cerita salah seorang siswa “ yang benar aja “ kata temannya
“ benar, dan menurut rumor yang beredar hantu itu suka mengganggu cowo pemalas “ mengalihkan pandangannya ke tempat duduk Ari, dia yang dari tadi bermalasan ditempat duduknya dan hanya mendengarkan pembicaraan mereka, Ari meresa terusik atas perhatian temannya.
“ iih, serem juga klo memang beneran ada hantu, semoga saja dia tidak menganggu pacar ku “ mereka pun tertawa bersama dan pergi meninggalkan kelas
“ Ari,kok malas-malas pulang bareng yuk? “ ajak Sonia. Ari tidak menjawab tapi mengikuti Sonia dari belakang

Mereka berdua terus berjalan tanpa berkata sepatah kata, hari yang terik membuat keringatan lalu mereka mampi disebuah toko karena kehausan. Ari langsung meminum air mineral yang baru saja dibelinya dan Sonia sedang asyik membaca sebuah Browsur

“ hufh,, cuacanya mulai panas gak asyik, lagi liatin apa sih Son? “
“ ini ada pameran pembukaan dimuseum Tarumanegara, besok lusa kita kesana ya?? “ ajak Sonia dengan memberikan senyumnya yang menawan
“ emm,, malam minggu?? “ Ari berpikir sejenak “ boleh ku lihat browsurnya? “ Dia mengambil kertas yang baru saja dipegang Sonia, “ baiklah. nanti kita kesana “ sebenarnya tidak ada yang menarik di acara itu, tapi dia teringat akan mimpi sebelumnya
“ syukurlah, ayo kita pulang “ dia tersenyum riang
“ sebentar aku mau bayar dulu ” Ari berjalan menuju penjaga toko “ berapa semua belanjaan kami? “
“ 5000 rupiah de ”
Bruk!! Sebuah benda terjatuh saat Ari menarik uang yang ada disakunya, “ ini uangnya pak ” Ari tidak menyadari hal ini, lalu Sonia memungut benda itu dan menyimpannya kedalam tas
Beberapa hari kemudian… hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, acara pembukaan museum Tarumanegara, malam yang tenang disertai dengan sinar bulan yang terang benderang membuat acara pembukaan menjadi meriah. Apalagi banyak stand makanan yang didiran beberapa orang untuk mencari rezeki.

“ wah lumayan banyak juga orang yang datang ”
“ iya Ri kamu benar, ayo kita ke sana“ menarik tangan Ari dan berjalan bersama

Mereka berdua berjalan kesana kemari melihat stand-stand yang dibangun didekat museum, sambil menunggu acara dibukanya museum mereka membeli beberapa makanan ringan untuk menganjal perut
“ oh iya, beberapa hari yang lalu aku memungut gelang. Ini punya mu? “ Sonia memperlihatkan gelang yang ia temukan
“ bukan Son, aku juga memunggutnya dijalan waktu melewati jalan pintas. Klo kamu mau ambil aja gpp “
“ jangan begitu walaupun aku yang make ini gak cocok buat cewe, mending kamu aja yang make “ Sonia langsung menarik tangan Ari “ sini biar aku yang masangin “
“ eee.. lihat tuh udah boleh masuk ke dalam museum “
“ ayo kesana “

Mereka beranjak dari tempatnya menuju museum, tiba-tiba muncul gadis bertopi ditempat Ari dan Sonia tadi, gadis itu pun berkata “ permainan akan segera dimulai, Ari bersiaplah “  kali ini mereka melihat-lihat seluruh isi museum tanpa terkecuali. Entah apa yang terjadi mereka tiba-tiba tersesat didalam museum, mereka memutuskan bertanya kepada penjaga didalam museum. Lalu penjaga museum memangil seorang pemandu museum.

“ selamat datang ade-ade, ada yang bisa kami bantu “ kata pemandu museum
“ jadi begini pak, kami sedang tersesat “ terang Ari
“ kalian pasangan yang kurang beruntung ya… baiklah saya akan memandu kalian melihat-lihat museum ini. Lain kali sampe tersesat ok? “
“ oke pak ” jawab Ari datar

Ari dan Sonia diajak pemandu itu melewati semua ruangan yang ada dimuseum, dia menjelaskan begitu detain dan begitu rinci tentang sejarah, kronologi, dan bagaimana barang-barang yang dipajang bisa ditemukan. Pamandu itu ramah namun sedikit ngeselin, saat yang ditunggu Ari akhirnya tiba, pemandu itu akan menjelaskan tentang jam kompas yang diberi nama Carna oleh para penemu… akan tetapi harapan Ari harus musnah karena kedatangan orang-orang aneh yang sering dilihatnya dalam gang kecil.

“ siapa kalian? Apa yang kalian inginkan? “ Tanya pemandu panik. Tidak akan satu kata yang keluar, mereka malah memecahkan kaca pelindung Carna, pemandu bergegas mengamankan Carna dan membawanya lari, diikuti dengan Sonia dan Ari.

Semua orang didalam museum berhamburan keluar setelah mendengar sirine bahaya dan peringatan dari penjaga museum, namun diluar juga telah dikepung oleh beberapa preman yang lengkap dengan senjata tumpul, dan tajam.

Orang berpakaian aneh berhasil mengepung pemandu museum yang membawa Carna, disisi lain Ari dan Sonia dapat lolos dari kejaran orang-orang aneh namun mereka berdua terpisah
“ aku tidak akan memberikannya kepada kalian!!” orang-orang itu terus mendekati pemandu, dia hanya bisa berjalan mundur untuk menghindari musuh yang ada di depannya. Orang itu memukul wajah pemandu hingga pemandu itu terjatuh ke lantai, Carna yang dipegang oleh pemandu terlempar kedekat Ari. ” Bawa benda itu dan lari dari sini sini” perintah pemandu museum.

Kyaaaa!!! Suara teriakan Sonia memecah keheningan, ternyata bukan hanya pemandu museum yang dikepung orang-orang Sonia juga menjadi salah satu korban. Ari yang bimbang dan takut langsung mengambil Carna dan berlari kearah Sonia. Anehnya Ari dapat berlari cepat  sebelum orang-orang itu menyerang Sonia.

“ apa yang terjadi bagaimana aku bisa sampai disini “ muncul cahaya yang bersinar dari tangan kirinya, rupanya cahaya itu berasal dari Carna, dan gelang yang dipakai juga ikut bercahaya.
“ Pasang Carna gelang yang kau pakai “ suara bisikan muncul dipendengaran Ari
“ Akkhhh!! Aku Coba Saja!!! “

Ari mengikuti suara bisikan itu, gelang yang bercahaya disatukan denga Carna yang juga bersinar. Dan hasilnya sinarnya semakin membesar, semakin terang, dan semakin silau. 



Bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar