Project Fanfic kedua mimin. Tema masih tetap superhero
Langsung saja
Happy Reading
Chapter 01 " Reuni "
Ditengah terjadinya perang yang begitu panas, terdapat sepasang pemuda yang bersahabat baik dengan seekor anak naga. Mereka begitu bahagia dapat bermain bersama walaupun berada dalam peperangan, tapi tidak lama persahabatan ituharus rusak karena salah satu dari pemuda itu di paksa untuk ikut dalam perang yang begitu mengerikan.
Tak lama setelah itu datang sebuah berita kematian salah satu sahabatnya dan selembar surat yang ditulis oleh temannya.
“Mungkin saat kalian membaca surat ini aku sudah tidak ada lagi didunia ini akan tetapi Kita tetap Bersahabat Selamannya. hari-hari yang kita lalui bersama begitu singkat namun aku bersyukur dapat merasakannya, tolong ajarkanlah kepada dunia bahwa persahabatan dapat menghilangkan perbedaan dan menutup kekurangan sahabat kita. Tunjukkanlah kepada mereka tidak boleh ada lagi perang, tidak boleh ada lagi pertumpahan darah dan tidak boleh ada lagi orang tidak bersalah mati dengan sia-sia. Aku yakin kamu pasti bisa menunjukkan itu semua. Prima aku berharap kepadamu ”
Air mata Prima menetes bercucuran saat membaca surat dari temannya, ia bersama naga sahabatnya berusaha meyakinkan semua orang dan semua naga, namun apa yang mereka dapat? Mereka dicaci maki dari kedua belah pihak, Bahkan mereka diusir dan diasingkan.
***
“aneh, kenapa Bab ini masih bersih? Padahal udah mau masuk ke adegan yang seru ”keluh Chika, gadis yang memiliki rambut lurus dan panjang punggung, mata bulat yang kecoklatan dia berumur20 tahun
Semua mata orang yang berada di dalam bis tertuju pada Chika, dia yang menyadari hal itu akhirnya tersenyum malu, lalu dia melanjutkan membalik-balik halaman buku yang barusan dibacanya, sampai pada halaman terakhir yang berisikan tulisan. Chika membacanya dalam hati
***
Semua terjadi begitu cepat tidak ada yang tau pasti kejadian yang sebenarnya,keesokan harinya semua berjalan begitu normal. Seolah-olah perang tidak antara naga dan manusia tidak pernah terjadi, seorang gadis bertanya-tanya kemana perginya para naga, apakah perang sudah berakhir, dan siapa ksatria itu??. Namun semua penduduk tidak ada yang peduli bahkan mereka menganggap gadis itu sudah gila.
Mungkin mereka benar gadis itu sudah gila, tapi yang sebenarnya, ia adalah saksi kunci dari semua misteri tentang naga, dan kenapa mereka sekarang menghilang, akan tetapi gadis itu masih mencari kebenaran siapa ksatria yang datang untuk mendamaikan kedua belah pihak. Gadis itu terus mencari hingga ajalnya menjemput. Dia masih belum menemukan siapa sosok asli dari ksatria yang menyelamatkan dunia.
***
“aduh, bikin penasaran aja nih,.. ending ada tapi bab sebelumnya belum ditulis” gumam Chika sambil meletakkan buku itu kembali dalam tas dan beristirahat di kursi hingga tertidur
“mbak udah nyampe di tempat tujuan nih..mbak…mbak,, bangun”
“oh, iya mas udah sampe kan? Maaf ngerepotin, makasih” ia bergegas keluar karena malam, dan semua penumpang sudah keluar semua tapi dia tidak tau harus pergi kemana, dia sudah lupa dengan daerah kelahirannya sendiri.
Chika terus berkeliling mencari-cari orang yang bisa ditanya alamat, tapi apa daya malam sudah larut dan tak mungkin orang berkeja pada waktu istirahat begini, ia pun memutuskan untuk menginap dirumah terdekat yang ia temui. Sampai pada suatu rumah tua yang penuh debu dan kurang terawat.
“Akun nginap disini saja, lagi pula rumah ini tidak ada yang menghuni” tanpa pikir panjang ia membersihkan rumah itu, dan merapikan tempat tidurnya. Setelah semua bersih ia tertidur dikasur tua namun masih bagus.
Seorang pemuda sedang berjalan ditengah sinar bulan,entah apa yang dipikirkannya pemuda itu terlihat murung, malam makin larut,angin dingin mulai menyerang, dan embun mulai berjatuhan, namun pemuda ituterus berjalan sambil melihat kenang-kenangan terakhir dari orang tuanya. Tanpasadar pemuda itu sudah berada dirumah, namun ia bingung siapa yang maumembersihkan rumahnya yang berantakan, penduduk sekitar aja tidak ada yangberani mendekati rumahnya.
Dia mengecek ke setiap ruangan bersih namun masih sedikit berantakan, selesai merapikan sisanya pemuda hendak tidur dikamarnya, tapi dia lebih memilih tidur diruang tengah karena tidak ingin membangunkan gadis yang tak diketahui asalnya. Ia tinggal disini tak pernah melihat gadis yang ada dikamarnya, pemuda itu memikirkannya hingga tertidur.
******
Matahari mulai menampakkan diri, cahayanya menyinari bumi, ayam-ayam mulai berkokok, yang menandakan bahwa pagi telah tiba.Mendengar suara ayam Chika terbangun dan pergi keluar untuk mencari villa milik ayahnya. Betepa kagetnya dia melihat seorang pria sedang tidur diruang tengah rumah yang ia tempati. Pemuda itu terbangun dan melihat Chika ketakutan.
“ Hey, Tenanglah sebentar aku bisa menjelaskan “ kata pemuda itu, “ aku tidak melakukan apapun, lagi pula ini rumahku, dan bagaimana bisa kau berada disini?” lanjutnya
“ eh,,apa? Kamu pemilik rumah ini? ” Tanya Chika, pemuda itu mengangguk saja “ maaf sudah masuk tanpa izin, aku kira ini rumah kosong, hehe”
“ baiklah tak masalah, tapi siapa kamu? Sebelumnya aku tak pernah melihatmu di daerah ini??” Tanya pemuda itu penuh rasa penasaran
“ oh,, iya.. kenalin namaku Chika Tiara Putri, aku baru saja datang kesini apa kau tau alamat ini”
“ hmmm,, baiklah kalo begitu ikuti aku, akan kuantar kesana”
Selama di perjalan mereka banyak menemui penduduk setempat, namun Chika bingung dengan reaksi yang diberikan penduduk setempat,mereka seolah tidak melihat pemuda yang ada didepannya, namun mereka begitu baik pada dirinya setiap kali melewati para penduduk mereka tersenyum.
“Ayaah…” Chika berlari menuju ayahnya yang sedang menunggu dihalaman villa milik mereka
“Chika,, akhirnya kamu sampai juga, ayah sempat khawatir kalau kamu tiba-tiba tersesat”
“aku memang tersesat, tapi untunglah ada dia??” berbalik kearah belakang “loh kemana pemuda tadi?”
“maksud kamu siapa? Bukannya kamu dari tadi berjalan seorang diri. Sudahlah ayah yakin kamu pasti lelah ayo masuk dulu”
******
“Aku mau lihat pemandangan sekitar dulu”kata Chika, untuk menghilangkan rasa penasarannya sudah muncul ia pergi ke kediaman pemuda tadi, rumahnya tampak sepi seperti yang terlihat sebelumnya.
Karena bosan menunggu dan tak ada jawaban dari tadi, ia memutuskan masuk kedalam rumah itu dan menemukan sebuah foto keluarga “keluarga Angkasa? Angkasa seperti pernah membaca nama itu” Chika mengambil buku yang ada dalam tasnya, “ Penulis Indra Angkasa “
Pemuda itu tiba-tiba pulang “ Chika? Kau kah itu apa yang kau lakukan dirumah ku?”
“ maaf aku sembarangan masuk ke rumahmu, apa benar kauanak dari Indra Angkasa? “ Chika bertanya penuh semangat, Pemuda itu hanya mengangguk saja “ bagus!! Dapatkah aku bertemu dengannya? Apa dia masih disini? “
“ dia sudah tidak ada lagi disini, ayahku sudah meninggal sejak aku berumur 6 tahun “
“ maaf, aku tidak bermaksud demikian, aku Cuma ingin tau kenapa bab terakhir buku ini menghilang, tulisnya cuman ada dihalaman terakhir saja.” Memperlihatkan buku yang sering ia baca
Pemuda itu menepis buku yang baru saja diperlihatkan Chika, buku itu adalah hasil tulisan dari Indra Angkasa ayah dari pemuda yang ada dihadapannya. Mata Chika mulai berkaca-kaca rasa takut menjalar kesekujur tubuh ia mengambil buku yang baru saja terlempar oleh pemuda yang masih belum diketahui namanya.
“ Maaf, aku tidak ingin terjadi salah paham tapi lebih baik kau pergi dari sini dan jangan coba-coba dekat dengan ku “ wajahnya tertunduk seakan tidak ingin dilihat oleh siapapun.
Chika yang shock atas tindakan anak dari Indra Angkasa penulis buku favoritnya, ia lari menuju villa yang dimiliki orangtuanya setelah beberapa jam menenangkan diri ia menemui ayahnya dan ingin menanyakan tentang pemuda tadi.
“ ayah, apakah ayah kenal dengan Indra Angkasa? “ Tanya Chika datar
“ iya ayah mengenalnya, dia teman baik ayah?”
“ apa yang terjadi pada keluarganya? “
“ memang kenapa kamu ingin mengetahuinya “
“ ayah tau kan aku suka membaca buku karangannya, dan buku ini masih belum selesai ditulis olehnya, aku ingin sekali membaca buku ini hingga selesai ” menatap ayahnya dengan serius.
“ keluarga Indra Angkasa sudah meninggal 15 tahun yang lalu ” jawab ayahnya singkat
“ bukankah beliau memiliki seorang anak laki-laki, saat aku disini kami sering bermain bersama. Apa yang terjadi padanya? “
“ dengar anakku, semua keluarga Angkasa sudah meninggal “
“ lalu siapa yang aku temui dirumah keluarga Angkasa? “suaranya makin meninggi.
“ sayang, apa kau pergi kesana? “ suara ayahnya yang tadi santai berubah menjadi khawatir
“ Cukup… akan kucari tahu sendiri, apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga Angkasa” Chika berpaling dan langsung meninggalkan ayahnya.
“ Chika tunggu, kamu sebaiknya tidak dekat-dekat dengan orang itu atau kamu akan terkena bahaya. Chika jangan pernah kau dekat-dekat dengan orang yang seharusnya sudah mati” Tanpa mempedulikan perkataan ayahnya Chika terus berjalan keluar meninggalkan ayahnya yang terlihat sedih.
Langit mulai menguning, perlaha-lahan matahari tenggelam diarah barat, angin yang sepoi-sepoi menambah kenyamanan saat menikmati sunset. Diatas puncak terlihat seorang pemuda sedang duduk sendirian menikmati keindahan yang telah disajikan alam, ia menggenggam erat sebuah benda peninggalan kedua orang tuanya.
“ wow,, sungguh pemandangan yang mengagumkan ” ungakap Chika dengan jelas
“ apa yang kau lakukan ditempat seperti ini? “ Tanya pemuda itu datar
“ tentu saja aku mencarimu “
“ bagimana kau dapat menemukanku? Dan bukankah sudahku katakan jangan dekat-dekat dengan diriku “
“ Aku baru saja teringat kalau kita pernah berteman dan sekarang aku tau namamu adalah Prima, sama seperti nama tokoh yang ditulis oleh ayahmu “
Perasaannya mulai tidak tenang “ apa yang kau katakan barusan? “
“ Nama mu adal— “
“ Stop!! Jangan kau katakan lagi namaku tidak boleh disebut didaerah ini dan terima kasih sudah mengingatkanku “ kepala Prima tertunduk, matanya tertuju pada benda yang digenggamnya “ayah, ibu, aku tidak akan melupakan nama pemberian kalian ini, meski semua sudah lupa tentangku” bisiknya dalam hati “ ayokita pulang“.
Saat dalam perjalanan sedari tadi tangan Prima seperti sedang memegang sesuatu, rasa penasarannya pun kembali muncul “ Prim dari tadi kamu memegang apa?”
“ oh ini, gelang yang pernah digunakan ayahku ”memperlihatkan gelangnya
“ coba kamu pakai, pasti terlihat keren“
“ Aku tidak yakin ”
“ sudahlah tidak perlu malu-malu, sini biar aku pasangkan“ menarik tangan Prima “ apaku bilang pasti cocok “
“ Iya kau ada benarnya” Registration Complete!! Suara aneh muncul dari gelang baru saja dipakai Prima, dilanjutkan dengan cahaya yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian entah muncul dari mana tiba-tiba ada sebuah pintu yang muncul dihadapan mereka?
Rasa pensaran Chika muncul kembali, ia mengajak Prima untuk melihatnya lebih dekat. Dengan sedikit dorongan dari Chika akhirnya Prima memberanikan diri untuk membuka pintu itu. Dia meletakkan tangannya dipermukaan pintu dan secara tidak sengajapintu itu terbuka dengan sendirinya.
Mereka berdua masuk dan melihat dalamnya tidak ada bedanya dengan lift biasa. “ Lihatlah Prim ini hanya lift biasa tidak ada yang aneh “ terang Chika. “ iya kau mungkin benar “ tambah Prima. Namun sebelum mereka keluar pintu lift tertutup dengan sendirinya dan hanya ada 2pilihan tombol Next atau Back. Tanpa pikir panjang Chika menekan tombol Next.
Lift mulai bergerak setelah Chika menekan tombol Next, namuntidak berapa lama kemudian terjadi sebuah goncangan kecil pada lift tersebut “apa yang terjadi?? “ Tanya Chika mulai panik.
Bersambung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar