·
DO KYUNG SOO
·
KIM JONG IN
OTHER
CAST :
·
ETC (TEMUKAN SENDIRI)
GENRE :
·
SUPERNATURAL
·
ROMANCE
·
ETC
RATE : T
AUTHOR
: Y.P PARK MI CHAN
SUMMARY :
Perempuan dengan
kekuatan? Misteri? Perempuan biru? Cinta? Beberapa orang dengan kekuatan yang
sama? Akankah ini semakin menarik? Kita lihat saja nanti. Dan sebuah jam
kantong tergantung indah di sebuah ruangan, LETS START! “Kakakku atau kau yang
akan hidup?”
Prolog :
“gerhana matahari” kata
perempuan itu kemudian memasuki pintu tersebut dengan menembuskan dirinya ke
pintu tersebut setelah tersenyum atau lebih tepatnya tersenyum licik kepada
Kyung Soo. Tiba-tiba tanah yang ada di sana bergoyang hebat, dan Kyung Soo pun
terjatuh ke dalam sebuah lubang besar.
“wah
ada teman satu kelas yang manis!” seru seorang lelaki yang ada di belakang
Kyung Soo dan langsung memeluk Kyung Soo dari belakang, dan Kyung Soo dapat
melihat hantu itu terbang menjauh dengan wajah berekpresi kepanasan. Ada apa
ini? Tiba-tiba Kyung Soo dapat merasakan percikan air mengenai rambutnya dan
juga lelaki yang tengah memeluknya ini terkena siraman air, hantu itu yang
terkena air tersebut terbakar kemudian pergi menghilang.
“seharusnya kau
senang!!! Aku sudah membuatmu bisa pergi kemana pun kamu mau, kenapa kau tidak
senang ketika kita akan seperti dulu lagi!!!” teriak perempuan berambut biru
kemudian melempari perempuan berambut merah tersebut dengan serbuk membuat ia
menjerit kesakitan.
“sekarang
dia memiliki kekuatan yang lain Jong, jadi bisa dibilang dia punya dua
kekuatan. Makanya dia-yang-dirahasiakan-namanya sangat mengincarnya, entah
karena kekuatannya atau alasan yang lain”
“ada
apa?!” seru Joon Myeon namun Jong In malah menghilang, dan dalam waktu
bersamaan lelaki yang ada di depannya sudah menghilang. Wajah panik sudah
terukir di wajah Joon Myeon.
apa yang terjadi?
.
.
.
What
Going On?
.
.
“Kyung!
Kyung Soo!” seru Jong In yang tengah berada di... tanam? Hey! Ia dapat melihat
Kyung Soo duduk di sebuah kursi malas sambil meminum minuman bersoda yang ada
di tangannya. Kening Jong In mengerut, jadi... Kyung Soo menipunya?!
“hanya
bualan makhluk pesek nan tan itu saja ternyata” guman Kyung Soo lalu memejamkan
matanya perlahan-lahan, menikmati angin malam yang menyegarkan. Ya, tadi Kyung
Soo hanya mencoba apa yang dikatakan Jong In. Dan akhirnya ia merasa bodoh
kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
Sementara
itu, Jong In yang mendengarnya langsung kesal. Pesek?! Hitam?! Astaga, itu
adalah panggilan yang paling Jong In tidak suka. Dengan perlahan Jong In
berjalan ke arah Kyung Soo dengan wajah kesal, setelah ia sampai ia dapat
melihat Kyung Soo dengan gurat wajah tenangnya dan itu membuat Jong In semakin
kesal.
“apa
maksudmu tadi huh? Pesek?! Hitam?! Hey! Aku ini tampan!” seru Jong In mendadak
membuat Kyung Soo terbangun dan menampakkan wajah keterkejutannya, sejak kapan
Jong In berada di sampingnya dan juga sejak kapan Jong In mendengarnya tengah
berguman?
“sejak
kapan?” tanya Kyung Soo membuat Jong In mengernyitkan keningnya kemudian
tertawa pelan. Setelah itu Jong In memilih duduk di samping Kyung Soo, lebih
tepatnya di atas rumput taman tersebut.
“sejak
kau memanggilku dengan ‘Jong In ku Sayang’ haha” Kyung Soo pun akhirnya
membulatkan matanya, bagaimana Jong In dengan cepat datang ke sini? Kyung Soo
menggelengkan kepalanya.
“bagaimana
bisa?” tanya Kyung Soo, Jong In terkekeh.
“bagaimana
ya? Nanti kau akan tahu sendiri” Kyung Soo pun mengangguk, lebih menutup
matanya dan merasakan angin malam daripada memperhatikan Jong In yang tengah
menatap langit malam.
“Kyung
Soo! Kau di mana?! Tidur sekarang!” terdengar panggilan Luhan dari dalam rumah
membuat Kyung Soo mendudukkan badannya cepat, begitu juga Jong In namun lelaki
itu lebih bersikap tenang daripada Kyung Soo yang tengah membulatkan matanya.
“tak
apa ku tinggal sendiri?” tanya Kyung Soo dan Jong In pun mengangguk mantap,
setelah itu Kyung Soo pun berjalan masuk meninggalkan Jong In yang berada di
belakangnya.
“ah,
iya. Jong... In” Kyung Soo terdiam, di mana Jong In sekarang? Astaga makhluk
berkulit tan itu benar-benar aneh. Dengan cepat Kyung Soo berlari ke kamarnya
kemudian memilih tidur.
~o0o~
“Kyung
Soo suka coklat atau stroberi Lu? Aku ingin membelikannya sesuatu” kata
Baekhyun membuat Luhan mengernyitkan keningnya, ada apa dengan Baekhyun? Tidak
biasanya dia seperti ini. Namun Luhan kembali tersenyum, mungkin saja Baekhyun
ingin lebih akrab dengan adiknya.
“dia
suka semangka” jelas Luhan membuat Baekhyun tertawa, kemudian menepuk-nepuk
bahu Luhan.
“baiklah,
setelah pulang nanti aku dan Chanyeol akan pergi membeli semangka baru ke
rumahmu untuk mengerjakan kerja kelompok kita” kata Baekhyun kemudian diangguki
Luhan. Senyum pun terpatri di wajah mungil Luhan.
Baekhyun baik sekali.
.
.
Kyung Soo berjalan cepat ke arah
toilet karena seragamnya yang kotor terkena susu coklat akibat bertabrakan
dengan seorang perempuan di depan perpustakaan. Setelah memasuki toilet
tersebut dengan cepat ia membersihkan seragamnya tersebut di wastafel. Ia pun
menghela nafas lega setelah melihat noda coklat itu mulai menghilang.
“dingin...”
suara tangis tersebut terdengar di telinga Kyung Soo membuat bulu kuduknya
merinding, dengan perlahan ia mematikan keran air yang ada di watafel tersebut.
Kyung Soo pun melangkahkan kakinya perlahan menuju bilik toilet yang tertutup
rapat, ia pun membukanya secara perlahan.
“apa
salahku? Aku ke dinginan... aku kesepian... kalian pembohong” mata Kyung
Soo terbelalak mendapati apa yang ia lihat di depannya, perempuan dengan
seragam yang sama dengannya tengah menangis, seragamnya begitu kotor, terlihat
jelas wajahnya yang biru pucat.
“temani
aku... aku sendirian” kata perempuan tersebut sambil melayang ke arah Kyung
Soo, tunggu?! Melayang! Kyung Soo segera berlari dari sana namun perempuan itu
yang ternyata adalah roh gentayangan tersebut telah berada di pintu keluar dan
menghalangin Kyung Soo.
“pergi!” teriak Kyung Soo sambil
memundurkan badannya ketika roh tersebut semakin mendekati Kyung Soo, peluh
dingin telah menetes di kening perempuan bermata bulat tersebut.
Sial, kenapa harus ada dinding
ketika keadaan genting ini! Tangis Kyung Soo memecah keheningan yang mencekam
tersebut. Dan entah sejak kapan roh tersebut melayang dengan cepat ke arah
Kyung Soo.
“JONGIN KU SAYANG!” setelah
berteriak seperti itu tanpa sengaja Kyung Soo memegang kening roh tersebut.
Tiba-tiba roh tersebut terdiam dengan kepala mengarah ke atas, dan Kyung Soo
yang terduduk lemas dengan mata terbuka bewarna merah pekat.
~o0o~
“hey Yeol!” panggil Jong In ke arah
lelaki bertubuh tinggi tersebut yang tengah duduk sambil memainkan game
portabelnya dengan senyum mengembang.
“bisa kah aku meminjam...”
“JONGIN
KU SAYANG!” kata-kata Jong In terdiam ketika mendengar teriakan Kyung Soo
yang menggema di otaknya, suara Kyung Soo yang memanggilnya dengan suara
bergetar. Membuat Jong In terdiam dan berhenti di tangga yang menuju tempat di
mana Chanyeol –lelaki yang tengah memainkan game portabel, duduk.
Dengan cepat Jong In menghilang
dengan kekuatannya.
“siapa yang memanggilku tadi?” guman
Chanyeol sambil melepaskan headset yang ada di telinganya, namun ia tidak
menemukan seseorang yang ada di sana. Dan ia pun melanjutkan kembali
kegiatannya yang tertunda.
~o0o~
“Hana...
i love you Hana, do you wanna be my girlfriend?” tanya seorang lelaki ke arah
perempuan yang tengah duduk di perpustakaan membuat perempuan tersebut
membulatkan matanya tak percaya. Kyung Soo yang ada di sana hanya terdiam,
perempuan itu... itu adalah roh yang mengejarnya tadi.
“ah... i love you too Myunjoong, but i can’t” tolak Hana
pelan membuat lelaki tersebut tertunduk, dengan perlahan lelaki tersebut
berdiri dengan kepala yang menunduk.
“why?” Kyung Soo dapat mendengar suara lelaki itu
bergetar, tanda bahwa dia siap menangis sehabis ini.
“i don’t want to tell you my reason why i can’t be your
girlfriend” jawab Hana pelan, Myunjoong pun melangkah menjauh dari sana dengan
langkah pelan. Kyung Soo dapat melihat Hana tengah menangis tanpa suara. Dan
Kyung Soo pun terdiam, kenapa ia tidak menerimanya?
-
“Myun!” panggil Hana namun Myunjoong dengan cepat
mengayuh sepedanya meninggalkan Hana yang tengah mengejarnya, mata Myunjoong
berair ketika meninggalkan Hana di sana.
-
“Myunjoong menembakmu?!” seru seorang perempuan di
samping Hana, Hana hanya tertunduk di samping perempuan tersebut.
“tenang saja Mayu, aku tidak mene...”
Kata-kata Hana terpotong ketika ia mendapatkan tamparan
di wajahnya, tamparan tersebut sampai-sampai membuat pipi Hana memerah. Dan
pelakunya tak lain adalah Mayu –perempuan yang di samping Hana. Mata Mayu
terlihat sangat menyeramkan di mata Kyung Soo.
“jangan coba-coba mendekatinya lagi, atau kau akan
mendapatkan balasan yang setimpal” kata Mayu penuh penekanan membuat Hana
semakin ketakutan.
-
“aku minta maaf, seharusnya aku tidak seperti kemarin”
ucap Myunjoong sambil menatap mata Hana dalam, Kyung Soo tahu Myunjoong
benar-benar tulus mengatakannya.
“a... aku pergi” setelah mengucapkan itu Hana berbalik
dan melangkahkan kakinya namun dengan cepat Myunjoong menariknya.
“ada apa denganmu?!” bentak Myunjoong, dan Hana pun
menangis tanpa suara. Perlahan Myunjoong pun memeluk Hana erat, dan akhirnya
Hana pun menangis sekencang-kencangnya.
“shit!” Kyung Soo dapat melihat Mayu pergi dari sana,
kepalan tangan Mayu menandakan bahwa ia sangat marah.
-
“tunggu di sini, aku akan kembali setelah mengambil
sesuatu di keranjang sepedaku. Jangan kemana-mana” kata Myunjoong sebelum pergi
meninggalkan Hana yang duduk di tanam sendirian.
Hampir lima belas menit Myunjoong belum saja datang
membuat Hana menggembungkan pipinya, dengan perlahan Hana mengeluarkan sebuah
kotak makan dari dalam tasnya. Senyum terukir di wajah Hana ketika membuka
kotak makanan tersebut, coklat buatan tangan sendiri... Kyung Soo pun akhirnya
tersenyum.
“gadis kecil seharusnya tidak boleh sendirian” kata
seorang lelaki yang ada di belakang Hana, tidak... mereka ada lima orang.
“lebih baik ikut kami” kata salah satu yang ada di antara
mereka dengan tawa mengerikan membuat Hana bergidik ngeri, dengan perlahan Hana
berdiri sambil membawa kotak makanannya. Namun dengan sekali tarikan Hana
tertarik ke dalam pelukan lelaki tersebut dan membuat kotak makanan tersebut
jatuh ke tanah.
“jangan! TOL...!” mulut Hana tertutupi dengan kain
membuatnya tidak bisa berbicara, dan dengan paksaaan Hana di tarik ke dalam
mobil yang tak jauh dari sana.
“Hana! Tunggu di mana dia? Hana!” Myunjoong tiba-tiba
merasakan firasat buruk, di mana Hana? Dengan gusar Myunjoong mengelilingi
taman yang sepi tersebut namun Hana tidak di temukan. Dan tanpa sengaja ia
menginjak sesuatu yang lembut, seperti bukan tanah gumannya dalam hati.
“coklat?” guman Myunjoong sambil memegang sesuatu yang ia
injak tadi, dan di sana terdapat sebuah kertas bewarna merah muda.
Selamat ulang tahun
Myunjoong!
Maaf, mungkin kau masih
kesal karena aku tidak menerimamu.
Sebenarnya aku ingin,
namun aku ada alasan yang sangat kuat kenapa aku menolakmu.
Suatu saat kau akan tau
Myun.
Tapi sekarang, aku
ingin bersamamu. Bahkan kalau seseorang mengancamku dengan keras.
I love you, Lee
Myunjoong.
Tertanda : wanita yang
mencintaimu Jang Hana.
“Hana... Hana!” tangispun pecah dari Myunjoong ketika
membaca tersebut membuat Kyung Soo tak kuasa menahan tangisnya.
-
“harus kita apakan?”
“bukankah kita hanya harus membuatnya jera saja?”
“itu kata perempuan yang memberikan foto perempuan ini
beserta amplop yang berisi uang tersebut”
“tapi dia mati!” Kyung Soo membulatkan matanya, mati?
Kyung Soo pun dapat melihat Hana terbaring di lantai dengan tubuh yang basah
dan juga badannya yang membiru.
“kau apakan tadi?!” bentak salah satu di antara mereka sambil
mencekik temannya.
“tenang, aku hanya memasukkan kepalanya ke dalam toilet”
dan akhirnya lelaki yang dicekik tersebut mendapatkan tinjuan di rahangnya.
“kita tinggalkan saja” dan setelah itu mereka
meninggalkan Hana yang telah kehilangan nyawanya.
-
“sekejam itukah Myunjoong sampai-sampai seseorang yang
ditolaknya ia bunuh?”
“katanya sih begitu, kasihan Hana”
“tapi itu tidak mungkin”
“entahlah, tapi mungkin saja. Lihat saja Myunjoong
terlihat sangat pendiam”
Myunjoong yang mendengarnya tersebut naik pitam, dengan
cepat ia berlari menuju atap sekolah. Sesampainya di sana ia langsung berdiri
di atas pagar pembatas sambil memeluk kertas yang berisi pesan terakhir dari
Hana.
“Hana, maafkan aku... seharusnya aku tidak
meninggalkanmu” sebenarnya, Myunjoong berlari ke arah parkiran untuk mengambil
sebuah kotak yang ada di tasnya. Kotak berisikan sebuah boneka berbentuk kartun
Sticth kesukaan Hana.
“MYUNJOONG TURUN DARI SANA!!!” teriak seorang guru yang
mendekatinya perlahan-lahan.
“tidak” dan setelah itu Myunjoong meloncat dari sana, dan
terjatuh dari atas atap menuju tanah akibatnya tubuhnya terhempas kuat
mengakibatkan ia kehilangan darah yang banyak. Juga nyawanya.
~o0o~
“Kyung Soo!” panggil Jong In, namun
yang ia lihat adalah roh perempuan yang tengah diam sambil menengadah dan Kyung
Soo yang tengah duduk tertunduk. Dengan cepat Jong In memeluknya dan menatap
mata Kyung Soo. Tiba-tiba Jong In terkejut, mata Kyung Soo... bewarna merah.
“Kyung... Kyung Soo, jangan
tinggalkan aku lagi” kata Jong In sambil menepuk-nepuk pipi Kyung Soo, dan
perlahan mata Kyung Soo menutup membuat Jong In berteriak histeris sambil
menangis.
“Kyung... jangan bercanda” Jong In
memaksakan senyumannya sambil mengeratkan pelukannya ke arah Kyung Soo. Air
matanya mengalir deras, menandakan dirinya benar-benar menginginkan Kyung Soo
tidak pergi –lagi.
Mata Kyung Soo perlahan membuka,
membuat Jong In berterima kasih dengan sangat kepada Tuhan. Dan ia berjanji
tidak akan membiarkan Kyung Soo sendirian. Jong In dapat melihat mata Kyung Soo
kembali seperti semula.
“Jo... Jong In” panggil Kyung Soo
pelan membuat Jong In semakin menangis dan berguman aku mencintaimu beberapa
kali. Namun, tubuh Kyung Soo terangkat dan mengeluarkan pendar bewarna merah.
Jong In terdiam ketika melihat
perubahan Kyung Soo, kini Kyung Soo memakai dress bewarna hitam berrenda merah,
matanya kembali bewarna merah, rambut Kyung Soo yang awalnya bewarna hitam
pekat kini berubah menjadi putih, dan jangan lupa tubuhnya sekarang di
kelilingi cahaya yang berkilau indah.
“katakan apa yang membuatmu menjadi
tertahan di sini?” tanya Kyung Soo sambil memeluk roh yang ada di hadapannya,
Jong In terdiam. Inikah kekuatan baru yang di katakan Joon Myeon?
Roh itupun berubah menjadi perempuan
cantik yang memakai seragam persis seperti mereka.
“aku telah membuat Myunjoong bunuh
diri, aku telah membuat Mayu menjadi pembunuh, aku telah membuat banyak
kesalahan” tangis pun pecah dari bibir plum Hana, dengan perlahan Kyung Soo
mengusap kepalanya.
“coba lihat di sana” tunjuk Kyung
Soo ke arah cermin yang ada di watafel, dengan perlahan cermin tersebut berubah
menjadi sebuah padang rumput yang indah, dan di sana terlihat sesosok lelaki
yang tengah menangis sambil duduk di dekat jembatan yang tertutupi kabut yang
tebal.
“Myunjoong...”
“lihat ia menunggumu, jadi lepaskan
lah semua kekesalanmu... rasakanlah, rasakan hangatnya kasih sayang yang pernah
Myunjoong berikan dulu” mata Hana berkaca-kaca sambil melihat Myunjoong yang
tengah terduduk di sana.
“masuklah ke sana, kau akan bertemu
dengannya” kata Kyung Soo lagi dan muncullah sebuah jembatan berkabut tebal di
samping cermin tersebut. Dengan cepat Hana berlari ke arah jembatan tersebut.
“terima kasih” ucap Hana dan setelah
itu Hana memasuki kabut tersebut, senyum Kyung Soo terpatri di wajahnya ketika
melihat Hana langsung memeluk tubuh Myunjoong erat sambil menangis sedangkan
Myunjoong langsung mencium kening Hana kemudian mengumankan kata terima kasih
beberapa kali.
Perlahan-lahan Kyung Soo kembali
seperti semula, dan akhirnya Kyung Soo turun dari keadaannya yang melayang
tadi. Dengan cepat Jong In menggendongnya ketika Kyung Soo pingsan. Kyung Soo
kelelahan, dan jembatan maupun cermin yang menampakkan Hana maupun Joon Myeon
menghilang.
“kerja bagus Kyung... ayo pulang”
dan detik berikutnya Jong In maupun Kyung Soo menghilang dari sana.
~TBC~
A/N :
Annyeong, ane kembali
dengan cepat ya? Hoho, ketik cepat ini :3 mumpung gk sibuk xD
Ane pen nyoba-nyoba
nyisipin b.inggris ane di sna, bener enggaknya kalian nilai ye... soalnya lagi
belajar. Kalo salah maafkan saya T^T saya lagi tahap pembelajaran
Ya udah, RnR lagi ya J makasih lagi karena
udah ngikutin maupun nge RnR nih ff abal-abal saya T^T dan maaf karena agak
pendek, ya biasa kalo chapter ane sering netik cuman sampe 10-11 halaman doang
xD sekali lagi ane mau berterima kasih sebanyak-banyaknya.
I love you guys!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar