Jumat, 14 November 2014

SIXSENSE NEW VERSION - Chapter II




MAIN CAST  :
·         DO KYUNG SOO
·         KIM JONG IN
OTHER CAST :
·         ETC (TEMUKAN SENDIRI)
GENRE          :
·         SUPERNATURAL
·         ROMANCE
·         ETC
RATE              : T
AUTHOR       : Y.P PARK MI CHAN
SUMMARY :
Perempuan dengan kekuatan? Misteri? Perempuan biru? Cinta? Beberapa orang dengan kekuatan yang sama? Akankah ini semakin menarik? Kita lihat saja nanti. Dan sebuah jam kantong tergantung indah di sebuah ruangan, LETS START! “Kakakku atau kau yang akan hidup?”







Prolog :
“gerhana matahari” kata perempuan itu kemudian memasuki pintu tersebut dengan menembuskan dirinya ke pintu tersebut setelah tersenyum atau lebih tepatnya tersenyum licik kepada Kyung Soo. Tiba-tiba tanah yang ada di sana bergoyang hebat, dan Kyung Soo pun terjatuh ke dalam sebuah lubang besar.
“wah ada teman satu kelas yang manis!” seru seorang lelaki yang ada di belakang Kyung Soo dan langsung memeluk Kyung Soo dari belakang, dan Kyung Soo dapat melihat hantu itu terbang menjauh dengan wajah berekpresi kepanasan. Ada apa ini? Tiba-tiba Kyung Soo dapat merasakan percikan air mengenai rambutnya dan juga lelaki yang tengah memeluknya ini terkena siraman air, hantu itu yang terkena air tersebut terbakar kemudian pergi menghilang.
“seharusnya kau senang!!! Aku sudah membuatmu bisa pergi kemana pun kamu mau, kenapa kau tidak senang ketika kita akan seperti dulu lagi!!!” teriak perempuan berambut biru kemudian melempari perempuan berambut merah tersebut dengan serbuk membuat ia menjerit kesakitan.
“sekarang dia memiliki kekuatan yang lain Jong, jadi bisa dibilang dia punya dua kekuatan. Makanya dia-yang-dirahasiakan-namanya sangat mengincarnya, entah karena kekuatannya atau alasan yang lain”
“ada apa?!” seru Joon Myeon namun Jong In malah menghilang, dan dalam waktu bersamaan lelaki yang ada di depannya sudah menghilang. Wajah panik sudah terukir di wajah Joon Myeon.
 apa yang terjadi?
.
.
.
What Going On?
.
.

“Kyung! Kyung Soo!” seru Jong In yang tengah berada di... tanam? Hey! Ia dapat melihat Kyung Soo duduk di sebuah kursi malas sambil meminum minuman bersoda yang ada di tangannya. Kening Jong In mengerut, jadi... Kyung Soo menipunya?!
“hanya bualan makhluk pesek nan tan itu saja ternyata” guman Kyung Soo lalu memejamkan matanya perlahan-lahan, menikmati angin malam yang menyegarkan. Ya, tadi Kyung Soo hanya mencoba apa yang dikatakan Jong In. Dan akhirnya ia merasa bodoh kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
Sementara itu, Jong In yang mendengarnya langsung kesal. Pesek?! Hitam?! Astaga, itu adalah panggilan yang paling Jong In tidak suka. Dengan perlahan Jong In berjalan ke arah Kyung Soo dengan wajah kesal, setelah ia sampai ia dapat melihat Kyung Soo dengan gurat wajah tenangnya dan itu membuat Jong In semakin kesal.
“apa maksudmu tadi huh? Pesek?! Hitam?! Hey! Aku ini tampan!” seru Jong In mendadak membuat Kyung Soo terbangun dan menampakkan wajah keterkejutannya, sejak kapan Jong In berada di sampingnya dan juga sejak kapan Jong In mendengarnya tengah berguman?
“sejak kapan?” tanya Kyung Soo membuat Jong In mengernyitkan keningnya kemudian tertawa pelan. Setelah itu Jong In memilih duduk di samping Kyung Soo, lebih tepatnya di atas rumput taman tersebut.
“sejak kau memanggilku dengan ‘Jong In ku Sayang’ haha” Kyung Soo pun akhirnya membulatkan matanya, bagaimana Jong In dengan cepat datang ke sini? Kyung Soo menggelengkan kepalanya.
“bagaimana bisa?” tanya Kyung Soo, Jong In terkekeh.
“bagaimana ya? Nanti kau akan tahu sendiri” Kyung Soo pun mengangguk, lebih menutup matanya dan merasakan angin malam daripada memperhatikan Jong In yang tengah menatap langit malam.
“Kyung Soo! Kau di mana?! Tidur sekarang!” terdengar panggilan Luhan dari dalam rumah membuat Kyung Soo mendudukkan badannya cepat, begitu juga Jong In namun lelaki itu lebih bersikap tenang daripada Kyung Soo yang tengah membulatkan matanya.
“tak apa ku tinggal sendiri?” tanya Kyung Soo dan Jong In pun mengangguk mantap, setelah itu Kyung Soo pun berjalan masuk meninggalkan Jong In yang berada di belakangnya.
“ah, iya. Jong... In” Kyung Soo terdiam, di mana Jong In sekarang? Astaga makhluk berkulit tan itu benar-benar aneh. Dengan cepat Kyung Soo berlari ke kamarnya kemudian memilih tidur.
~o0o~
“Kyung Soo suka coklat atau stroberi Lu? Aku ingin membelikannya sesuatu” kata Baekhyun membuat Luhan mengernyitkan keningnya, ada apa dengan Baekhyun? Tidak biasanya dia seperti ini. Namun Luhan kembali tersenyum, mungkin saja Baekhyun ingin lebih akrab dengan adiknya.
“dia suka semangka” jelas Luhan membuat Baekhyun tertawa, kemudian menepuk-nepuk bahu Luhan.
“baiklah, setelah pulang nanti aku dan Chanyeol akan pergi membeli semangka baru ke rumahmu untuk mengerjakan kerja kelompok kita” kata Baekhyun kemudian diangguki Luhan. Senyum pun terpatri di wajah mungil Luhan.
Baekhyun baik sekali.
.
.
            Kyung Soo berjalan cepat ke arah toilet karena seragamnya yang kotor terkena susu coklat akibat bertabrakan dengan seorang perempuan di depan perpustakaan. Setelah memasuki toilet tersebut dengan cepat ia membersihkan seragamnya tersebut di wastafel. Ia pun menghela nafas lega setelah melihat noda coklat itu mulai menghilang.
            “dingin...” suara tangis tersebut terdengar di telinga Kyung Soo membuat bulu kuduknya merinding, dengan perlahan ia mematikan keran air yang ada di watafel tersebut. Kyung Soo pun melangkahkan kakinya perlahan menuju bilik toilet yang tertutup rapat, ia pun membukanya secara perlahan.
            “apa salahku? Aku ke dinginan... aku kesepian... kalian pembohong” mata Kyung Soo terbelalak mendapati apa yang ia lihat di depannya, perempuan dengan seragam yang sama dengannya tengah menangis, seragamnya begitu kotor, terlihat jelas wajahnya yang biru pucat.
            “temani aku... aku sendirian” kata perempuan tersebut sambil melayang ke arah Kyung Soo, tunggu?! Melayang! Kyung Soo segera berlari dari sana namun perempuan itu yang ternyata adalah roh gentayangan tersebut telah berada di pintu keluar dan menghalangin Kyung Soo.
            “pergi!” teriak Kyung Soo sambil memundurkan badannya ketika roh tersebut semakin mendekati Kyung Soo, peluh dingin telah menetes di kening perempuan bermata bulat tersebut.
            Sial, kenapa harus ada dinding ketika keadaan genting ini! Tangis Kyung Soo memecah keheningan yang mencekam tersebut. Dan entah sejak kapan roh tersebut melayang dengan cepat ke arah Kyung Soo.
            “JONGIN KU SAYANG!” setelah berteriak seperti itu tanpa sengaja Kyung Soo memegang kening roh tersebut. Tiba-tiba roh tersebut terdiam dengan kepala mengarah ke atas, dan Kyung Soo yang terduduk lemas dengan mata terbuka bewarna merah pekat.
~o0o~
            “hey Yeol!” panggil Jong In ke arah lelaki bertubuh tinggi tersebut yang tengah duduk sambil memainkan game portabelnya dengan senyum mengembang.
            “bisa kah aku meminjam...”
            “JONGIN KU SAYANG!” kata-kata Jong In terdiam ketika mendengar teriakan Kyung Soo yang menggema di otaknya, suara Kyung Soo yang memanggilnya dengan suara bergetar. Membuat Jong In terdiam dan berhenti di tangga yang menuju tempat di mana Chanyeol –lelaki yang tengah memainkan game portabel, duduk.
            Dengan cepat Jong In menghilang dengan kekuatannya.
            “siapa yang memanggilku tadi?” guman Chanyeol sambil melepaskan headset yang ada di telinganya, namun ia tidak menemukan seseorang yang ada di sana. Dan ia pun melanjutkan kembali kegiatannya yang tertunda.
~o0o~
            “Hana... i love you Hana, do you wanna be my girlfriend?” tanya seorang lelaki ke arah perempuan yang tengah duduk di perpustakaan membuat perempuan tersebut membulatkan matanya tak percaya. Kyung Soo yang ada di sana hanya terdiam, perempuan itu... itu adalah roh yang mengejarnya tadi.
            “ah... i love you too Myunjoong, but i can’t” tolak Hana pelan membuat lelaki tersebut tertunduk, dengan perlahan lelaki tersebut berdiri dengan kepala yang menunduk.
            “why?” Kyung Soo dapat mendengar suara lelaki itu bergetar, tanda bahwa dia siap menangis sehabis ini.
            “i don’t want to tell you my reason why i can’t be your girlfriend” jawab Hana pelan, Myunjoong pun melangkah menjauh dari sana dengan langkah pelan. Kyung Soo dapat melihat Hana tengah menangis tanpa suara. Dan Kyung Soo pun terdiam, kenapa ia tidak menerimanya?
-
            “Myun!” panggil Hana namun Myunjoong dengan cepat mengayuh sepedanya meninggalkan Hana yang tengah mengejarnya, mata Myunjoong berair ketika meninggalkan Hana di sana.
-
            “Myunjoong menembakmu?!” seru seorang perempuan di samping Hana, Hana hanya tertunduk di samping perempuan tersebut.
            “tenang saja Mayu, aku tidak mene...”
            Kata-kata Hana terpotong ketika ia mendapatkan tamparan di wajahnya, tamparan tersebut sampai-sampai membuat pipi Hana memerah. Dan pelakunya tak lain adalah Mayu –perempuan yang di samping Hana. Mata Mayu terlihat sangat menyeramkan di mata Kyung Soo.
            “jangan coba-coba mendekatinya lagi, atau kau akan mendapatkan balasan yang setimpal” kata Mayu penuh penekanan membuat Hana semakin ketakutan.
-
            “aku minta maaf, seharusnya aku tidak seperti kemarin” ucap Myunjoong sambil menatap mata Hana dalam, Kyung Soo tahu Myunjoong benar-benar tulus mengatakannya.
            “a... aku pergi” setelah mengucapkan itu Hana berbalik dan melangkahkan kakinya namun dengan cepat Myunjoong menariknya.
            “ada apa denganmu?!” bentak Myunjoong, dan Hana pun menangis tanpa suara. Perlahan Myunjoong pun memeluk Hana erat, dan akhirnya Hana pun menangis sekencang-kencangnya.
            “shit!” Kyung Soo dapat melihat Mayu pergi dari sana, kepalan tangan Mayu menandakan bahwa ia sangat marah.
-
            “tunggu di sini, aku akan kembali setelah mengambil sesuatu di keranjang sepedaku. Jangan kemana-mana” kata Myunjoong sebelum pergi meninggalkan Hana yang duduk di tanam sendirian.
            Hampir lima belas menit Myunjoong belum saja datang membuat Hana menggembungkan pipinya, dengan perlahan Hana mengeluarkan sebuah kotak makan dari dalam tasnya. Senyum terukir di wajah Hana ketika membuka kotak makanan tersebut, coklat buatan tangan sendiri... Kyung Soo pun akhirnya tersenyum.
            “gadis kecil seharusnya tidak boleh sendirian” kata seorang lelaki yang ada di belakang Hana, tidak... mereka ada lima orang.
            “lebih baik ikut kami” kata salah satu yang ada di antara mereka dengan tawa mengerikan membuat Hana bergidik ngeri, dengan perlahan Hana berdiri sambil membawa kotak makanannya. Namun dengan sekali tarikan Hana tertarik ke dalam pelukan lelaki tersebut dan membuat kotak makanan tersebut jatuh ke tanah.
            “jangan! TOL...!” mulut Hana tertutupi dengan kain membuatnya tidak bisa berbicara, dan dengan paksaaan Hana di tarik ke dalam mobil yang tak jauh dari sana.
            “Hana! Tunggu di mana dia? Hana!” Myunjoong tiba-tiba merasakan firasat buruk, di mana Hana? Dengan gusar Myunjoong mengelilingi taman yang sepi tersebut namun Hana tidak di temukan. Dan tanpa sengaja ia menginjak sesuatu yang lembut, seperti bukan tanah gumannya dalam hati.
            “coklat?” guman Myunjoong sambil memegang sesuatu yang ia injak tadi, dan di sana terdapat sebuah kertas bewarna merah muda.

Selamat ulang tahun Myunjoong!
Maaf, mungkin kau masih kesal karena aku tidak menerimamu.
Sebenarnya aku ingin, namun aku ada alasan yang sangat kuat kenapa aku menolakmu.
Suatu saat kau akan tau Myun.
Tapi sekarang, aku ingin bersamamu. Bahkan kalau seseorang mengancamku dengan keras.
I love you, Lee Myunjoong.
Tertanda : wanita yang mencintaimu Jang Hana.

            “Hana... Hana!” tangispun pecah dari Myunjoong ketika membaca tersebut membuat Kyung Soo tak kuasa menahan tangisnya.
-
             “harus kita apakan?”
            “bukankah kita hanya harus membuatnya jera saja?”
            “itu kata perempuan yang memberikan foto perempuan ini beserta amplop yang berisi uang tersebut”
            “tapi dia mati!” Kyung Soo membulatkan matanya, mati? Kyung Soo pun dapat melihat Hana terbaring di lantai dengan tubuh yang basah dan juga badannya yang membiru.
            “kau apakan tadi?!” bentak salah satu di antara mereka sambil mencekik temannya.
            “tenang, aku hanya memasukkan kepalanya ke dalam toilet” dan akhirnya lelaki yang dicekik tersebut mendapatkan tinjuan di rahangnya.
            “kita tinggalkan saja” dan setelah itu mereka meninggalkan Hana yang telah kehilangan nyawanya.
-
            “sekejam itukah Myunjoong sampai-sampai seseorang yang ditolaknya ia bunuh?”
            “katanya sih begitu, kasihan Hana”
            “tapi itu tidak mungkin”
            “entahlah, tapi mungkin saja. Lihat saja Myunjoong terlihat sangat pendiam”
            Myunjoong yang mendengarnya tersebut naik pitam, dengan cepat ia berlari menuju atap sekolah. Sesampainya di sana ia langsung berdiri di atas pagar pembatas sambil memeluk kertas yang berisi pesan terakhir dari Hana.
            “Hana, maafkan aku... seharusnya aku tidak meninggalkanmu” sebenarnya, Myunjoong berlari ke arah parkiran untuk mengambil sebuah kotak yang ada di tasnya. Kotak berisikan sebuah boneka berbentuk kartun Sticth kesukaan Hana.
            “MYUNJOONG TURUN DARI SANA!!!” teriak seorang guru yang mendekatinya perlahan-lahan.
            “tidak” dan setelah itu Myunjoong meloncat dari sana, dan terjatuh dari atas atap menuju tanah akibatnya tubuhnya terhempas kuat mengakibatkan ia kehilangan darah yang banyak. Juga nyawanya.
~o0o~
            “Kyung Soo!” panggil Jong In, namun yang ia lihat adalah roh perempuan yang tengah diam sambil menengadah dan Kyung Soo yang tengah duduk tertunduk. Dengan cepat Jong In memeluknya dan menatap mata Kyung Soo. Tiba-tiba Jong In terkejut, mata Kyung Soo... bewarna merah.
            “Kyung... Kyung Soo, jangan tinggalkan aku lagi” kata Jong In sambil menepuk-nepuk pipi Kyung Soo, dan perlahan mata Kyung Soo menutup membuat Jong In berteriak histeris sambil menangis.
            “Kyung... jangan bercanda” Jong In memaksakan senyumannya sambil mengeratkan pelukannya ke arah Kyung Soo. Air matanya mengalir deras, menandakan dirinya benar-benar menginginkan Kyung Soo tidak pergi –lagi.
            Mata Kyung Soo perlahan membuka, membuat Jong In berterima kasih dengan sangat kepada Tuhan. Dan ia berjanji tidak akan membiarkan Kyung Soo sendirian. Jong In dapat melihat mata Kyung Soo kembali seperti semula.
            “Jo... Jong In” panggil Kyung Soo pelan membuat Jong In semakin menangis dan berguman aku mencintaimu beberapa kali. Namun, tubuh Kyung Soo terangkat dan mengeluarkan pendar bewarna merah.
            Jong In terdiam ketika melihat perubahan Kyung Soo, kini Kyung Soo memakai dress bewarna hitam berrenda merah, matanya kembali bewarna merah, rambut Kyung Soo yang awalnya bewarna hitam pekat kini berubah menjadi putih, dan jangan lupa tubuhnya sekarang di kelilingi cahaya yang berkilau indah.
            “katakan apa yang membuatmu menjadi tertahan di sini?” tanya Kyung Soo sambil memeluk roh yang ada di hadapannya, Jong In terdiam. Inikah kekuatan baru yang di katakan Joon Myeon?
            Roh itupun berubah menjadi perempuan cantik yang memakai seragam persis seperti mereka.
            “aku telah membuat Myunjoong bunuh diri, aku telah membuat Mayu menjadi pembunuh, aku telah membuat banyak kesalahan” tangis pun pecah dari bibir plum Hana, dengan perlahan Kyung Soo mengusap kepalanya.
            “coba lihat di sana” tunjuk Kyung Soo ke arah cermin yang ada di watafel, dengan perlahan cermin tersebut berubah menjadi sebuah padang rumput yang indah, dan di sana terlihat sesosok lelaki yang tengah menangis sambil duduk di dekat jembatan yang tertutupi kabut yang tebal.
            “Myunjoong...”
            “lihat ia menunggumu, jadi lepaskan lah semua kekesalanmu... rasakanlah, rasakan hangatnya kasih sayang yang pernah Myunjoong berikan dulu” mata Hana berkaca-kaca sambil melihat Myunjoong yang tengah terduduk di sana.
            “masuklah ke sana, kau akan bertemu dengannya” kata Kyung Soo lagi dan muncullah sebuah jembatan berkabut tebal di samping cermin tersebut. Dengan cepat Hana berlari ke arah jembatan tersebut.
            “terima kasih” ucap Hana dan setelah itu Hana memasuki kabut tersebut, senyum Kyung Soo terpatri di wajahnya ketika melihat Hana langsung memeluk tubuh Myunjoong erat sambil menangis sedangkan Myunjoong langsung mencium kening Hana kemudian mengumankan kata terima kasih beberapa kali.
            Perlahan-lahan Kyung Soo kembali seperti semula, dan akhirnya Kyung Soo turun dari keadaannya yang melayang tadi. Dengan cepat Jong In menggendongnya ketika Kyung Soo pingsan. Kyung Soo kelelahan, dan jembatan maupun cermin yang menampakkan Hana maupun Joon Myeon menghilang.
            “kerja bagus Kyung... ayo pulang” dan detik berikutnya Jong In maupun Kyung Soo menghilang dari sana.

~TBC~

A/N :
Annyeong, ane kembali dengan cepat ya? Hoho, ketik cepat ini :3 mumpung gk sibuk xD
Ane pen nyoba-nyoba nyisipin b.inggris ane di sna, bener enggaknya kalian nilai ye... soalnya lagi belajar. Kalo salah maafkan saya T^T saya lagi tahap pembelajaran
Ya udah, RnR lagi ya J makasih lagi karena udah ngikutin maupun nge RnR nih ff abal-abal saya T^T dan maaf karena agak pendek, ya biasa kalo chapter ane sering netik cuman sampe 10-11 halaman doang xD sekali lagi ane mau berterima kasih sebanyak-banyaknya.
I love you guys!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar