Main Cast :
·
Do
Kyung Soo
·
Kim
Jong In
Other Cast :
·
Temukan
sendiri
Genre :
·
Gore
·
Etc.
Rate : Mature for gore
Disclaimer : semua tokoh terkecuali OC adalah milik
Tuhan YME, orang tua mereka, juga milik Agensi mereka terkecuali cerita dalam
bentuk fanfiction ini adalah hasil pemikiran sendiri. Hanya bertujuan untuk
hiburan semata, apabila terdapat kesamaan nama tokoh OC, alur cerita, ataupun
dalam bentuk apapun itu adalah seratus persen ketidaksengajaan. Tidak bertujuan
untuk menyinggung atau bentuk apapun yang berbentuk negatif.
Sumarry : Menyenangkan, ketika melihat darah
mereka mengalir dari goresan pisau ukirku. Ketika mereka menangis, aku tahu...
AKU DAN DIA ADALAH DEWA
KEMATIAN YANG MENAKUTKAN.
Warning :
Terdapat KAISOO atau
KAID.O couple. First Gore FF! YAOI! Don’t like? Don’t Read!!! Kemungkinan besar
terdapat typo di mana-mana. Read and Review Guys!
PROLOG :
“keren.”
Guman Kyung Soo tanpa melepas tatapannya dari jasad Joon Myeon yang tengah
meleleh tersebut. Dan setelah setengah jam, akhirnya jasad tersebut telah
meleleh sepenuhnya. Dan bola mata yang ditertawakan Kyung Soo tadi telah
meletus indah di hadapan mereka berdua.
.
.
CHAPTER 2 : “BIG FAULT”
.
.
“Kyung... ada apa denganmu? Kau
terlihat tidak sehat.” Ujar Baekhyun, sahabatnya sejak kecil Kyung Soo tersebut
ketika melihat tingkah Kyung Soo yang sangat aneh. Dari acara makan siang di
kantor tadi sampai mereka berjalan ke arah stasiun kereta untuk pulang. Kyung
Soo yang mendengar pertanyaan Baekhyun tadi langsung menggelengkan kepalanya
pelan.
“apa kau sedang... ya kau tahu apa
yang ku maksudkan? Setiap bulan.” Setelah itu Baekhyun mendapatkan pukulan di
kepalanya sangat keras, Kyung Soo menatapnya dengan tatapan tajam.
“bodoh! Biarpun aku uke, aku tetap
laki-laki.” Baekhyun pun hanya tertawa ketika mendengar perkataan Kyung Soo,
namun Kyung Soo malah termenung. Kata-katanya tadi terngiang di kepalanya.
“sebaiknya aku mencari seorang
perempuan? Sepertimu.” Mata Baekhyun terbelalak seketika, apa sahabatnya ini
serius? Astaga. Matilah dia.
“tapi Kyung, kau bahkan tidak bisa
berpisah dari Jong In biarpun kau ingin. Kau akan mati di tangannya Kyung! Di
tangannya!” seru Baekhyun sambil menggoyang-goyangkan badan Kyung Soo. Ya
Baekhyun tahu semua rahasia Kyung Soo maupun kekasih gaynya Kim Jong In,
pembunuh bayaran karena Jong In adalah seorang psycho dan membuat Kyung Soo
ditarik ke dalam dunia gelapnya, dan bahkan Baekhyun tahu kenapa Joon Myeon
mati secara tragis. Itu karena Kim Jong In, Baekhyun selalu bergidik ketika
Kyung Soo menceritakan semuanya.
“aku lelah Baek, dia selalu pulang
larut dalam beberapa hari ini. Dan dia tidak pernah memberitahukan alasannya,
juga aku mendengar ada asistent baru di perusahaannya yang sangat cantik juga
seksi. Dia perempuan! Sedangkan aku laki-laki, tentu saja Jong In menyukainya.
Aku khawatir Jong In itu bisexsual,
dan aku terperangkap oleh pesonanya.” Baekhyun dapat melihat raut sedih di
wajah Kyung Soo, setelah membeli tiket di mesin penjual tiket mereka langsung
duduk di salah satu kursi yang telah disediakan di sana.
“kau tahu Kyung, kau salah besar...”
Kyung Soo pun mengangkat kepalanya, menatap Baekhyun penuh tanya. Salah besar?
Maksudnya?
“yah... terpaksa aku
menceritakannya. Ini kejadian ketika dia kelas empat di sekolah dasar. Ku mohon
kau dengarkan baik-baik, karena aku malas mengulangnya.” Dan setelah itu, Kyung
Soo pun memasang telinganya benar-benar.
FLASHBACK :
“Jong... ayah dan ibu harus bercerai.” Jong In yang baru
saja memasuki mobil ayahnya setelah pulang sekolah langsung membuat dia
terdiam, raut wajahnya yang bahagia ketika melihat ayahnya menjemputnya hilang
seketika.
“kenapa?” tanya Jong In datar, dan tuan Kim tahu. Anaknya
tengah menahan emosinya. Namun inilah cara terakhir untuk membuat Jong In tidak
terpengaruh dengan hal-hal negatif yang terjadi selama beberapa bulan ini.
“ayah tidak mau menyakiti ibumu lagi.” Terpaksa tuan Kim
berbohong, ini agar Jong In tidak memiliki dendam terhadap nyonya Jung istri
sah tuan Kim. Dan kebohongan itu membuat Jong In geram, dia tidak bisa
dibohongi.
“jangan berbohong, aku tahu kau sedang berbohong.”
Terdengar helaan nafas dari tuan Kim, kemudian tuan Kim pun menatap
satu-satunya putera kesayangannya dengan tatapan lembut.
“bagaimana kita pergi ke taman saja? Kita pergi ke kedai
es krim kesukaanmu, mau?” tanya tuan Kim membuat Jong In tersenyum cerah
kemudian mengangguk. Dan setelah itu mobil mereka melaju ke arah tujuan mereka
pergi.
~o0o~
“ah... sebaiknya kita ke rumah nenek, nenek merindukanmu
Jong lihatnya pesan singkat ini.” Tuan Kim tahu Jong In sangat kesal karena
acara memakan es krim kesukaannya harus dibatalkan, tapi ini demi Jong In. Dan
setelah melihat Jong In menganggukkan kepalanya, mereka pun membelokkan mobil
mereka bermaksud untuk menyebrang.
Entah kenapa Jong In dapat mendengar suara klakson mobil
beberapa kali, dan ia dapat merasakan mobil mereka tunggangi berbelok sangat hebat.
“Jong In! Tutup matamu!” seru tuan Kim, Jong In pun hanya
menurut. Dan setelah ia menutup matanya, ia dapat merasakan ayahnya memeluk
seluruh tubuhnya erat. Kemudian, ia dapat merasakan mobil mereka dihantam
beberapa kali dengan sesuatu yang sangat keras juga kencang, ia dapat merasakan
mobil mereka terbalik, dan yang terakhir sebelum penglihatannya menghilang, ia
dapat mendengar ayahnya mengatakan ia menyayangi Jong In juga...
Melihat ayahnya
terjepit melindunginya dengan darah yang mengucur di kepalanya, yang perlahan
jatuh mengenai wajahnya.
~o0o~
“Jong... buka pintunya sayang.”
“hanya Ayah yang boleh memasuki kamarku.” Jong In tidak
ingin menemui siapapun sekarang, Jong In tidak ingin menemui ibunya, dan Jong
In tidak ingin melakukan apapun sebelum ayahnya bernafas kembali.
“tapi Jong... sebentar lagi Ayahmu akan dimakamkan, kau
tidak ingin ikut?” tanya nyonya Jung dengan gurat khawatir, dan perlahan ia
dapat melihat pintu kamar tersebut terbuka sedikit.
“pergi duluan, aku akan ikut sebentar lagi.” Dan setelah
itu, Jong In membanting pintu kamarnya kembali membuat nyonya Jung merasa
sangat sedih. Nyonya Jung pun memilih menuruni tangga menuju lantai satu di
mana beberapa orang tengah mengurusi peti mati yang berisi mayat suaminya, tuan
Kim. Ya, tuan Kim meninggal karena kehilangan banyak darah.
Ia melewati begitu saja beberapa orang tersebut kemudian
berjalan menuju dapur, mengambil segelas air putih kemudian meminumnya secara
perlahan-lahan.
“Hana, kau tak apa?” tanya lelaki yang berada di belakangnya,
memandangi punggungnya dengan ekspresi sedih juga khawatir. Dengan perlahan
lelaki tersebut berjalan ke arahnya kemudian memeluknya erat.
“aku tidak ingin dia meninggal Jaehyun, aku hanya ingin
bercerai, aku ingin bersamamu, tapi... aku merasa sangat bersalah.” Kata nyonya
Jung sambil menahan tangisnya, dan dengan perlahan lelaki tersebut mengecup
pelan kelopak matanya sangat lembut.
“Ibu... Ayah pergi karena ini bukan? Ayah pergi karena
ingin Ibu bersama lelaki jalang yang ada di hadapanku ini kan?” pertanyaan Jong
In tersebut membuat nyonya Jung maupun Jaehyun terkejut dan melepaskan
pelukannya.
“kenapa? Aku mengganggu kalian? Baiklah, aku akan
memberikan waktu untuk kalian... waktu yang sangat sedikit. Aku akan mengantar
ayah dulu ke rumah barunya yang indah.” Jelas Jong In kemudian meninggalkan
mereka yang berdiri canggung di dapur tersebut.
~o0o~
“Jong... kau tidak mau makan sayang?” namun Jong In malah
berjalan memasuki kamarnya, dan Jong In pun mengunci pintunya dari dalam.
Akhirnya nyonya Jung pun memilih duduk di sofa yang berada di kamar tamu
bersama Jaehyun.
“sudahlah... aku akan tidur di sini malam ini.” Kata
Jaehyun sambil mengelus pelan kepala Hana –nyonya Jung. Saat ia mengelus kepala
Hana, Jaehyun dapat melihat Jong In berjalan ke arah dapur dengan wajah datar.
Kemudian, beberapa saat setelah memasuki dapur. Jong In berjalan ke arah mereka
dengan tangan memegang nampan yang berisi dua gelas jus jeruk.
“maaf soal siang tadi... Jong In hanya belum bisa
menerima Ayah pergi dengan cepat, sebagai permintaan maaf, Jong In membuatnya
tadi. Lihat jari Jong In teriris sedikit.” Jelas Jong In sambil memperlihatkan
jarinya yang tidak sengaja teriris membuat Jaehyun kagum. Dan merasakan
keberuntungan yang berkali-kali lipat, memiliki Hana dan Jong In yang berhati
malaikat. Ya semua anak-anak itu adalah malaikat.
“baiklah, paman akan meminumnya.” Kemudian Jaehyun dan
Hana pun meminumnya sampai habis lalu memeluk Jong In erat. Namun, pelukan itu
semakin mengendur setelah beberapa menit kemudian.
“kepalaku tiba-tiba pusing, tubuhku susah digerakkan, ada
apa ini Jae?!” tanya Hana dengan raut wajah ketakutan, Jaehyun pun merasakan
hal yang sama. Namun Jong In menatap mereka dengan raut wajah datar.
“Jong? Kau masukan apa saja ke dalam jusnya?” tanya
Jaehyun berusaha lembut, namun Jong In malah berlari menuju kamarnya kemudian
kembali dengan membawa tongkat baseball di tangannya.
“ini sangat berat, tapi tenang. Ayah telah mengajariku
cara memakainya dengan benar.” Jelas Jong In membuat Jaehyun membulatkan
matanya, apa yang ingin di lakukan anak lelaki ini?! Jong In pun membalikkan
nampan yang ia bawa tadi, dan Hana maupun Jaehyun dapat melihat pisau kecil
berada di sana. Jong In pun mengambil pisau tersebut kemudian menggenggamnya
erat.
“aku hanya memasukkan obat bius untuk melumpuhkan
otot-otot gerak tubuh, aku membuatnya selama satu bulan. Padahal aku ingin
menggunakannya untuk temanku yang sering menyebut ibu jalang, tapi... dia benar
adanya. Jadi aku memakainya untuk membuat kalian... merasakan sakitnya ayah.
Tenang obat itu tidak akan ketahuan karena aku sudah menelitinya di
laboratorium ayah.” Mata Hana dan Jaehyun membulat, apa Jong In bercanda?!
Ketika Hana ingin berteriak, suaranya benar-benar sudah hilang.
“dari ibu saja, ibu... kau orang yang melahirkanku, tapi
kenapa kau malah membuat anakmu sangat marah?” tanya Jong In sambil meletakkan
pisaunya di atas pipi Hana kemudian mengirisnya perlahan-lahan, membuat Hana
merasakan sakit yang luar biasa di area pipinya.
“kenapa ibu tidak menikahi lelaki jalang yang ada di
sampingku ini sejak dulu? Mungkin aku sudah mendapatkan seorang ibu sangat
baik. Kau mengerti maksudku? Ibu yang lain, bersama ayahku yang ada di surga.”
Kata Jong In lagi sambil menusukkan pisaunya semakin dalam membuat pipi Hana
mengeluarkan banyak darah. Semakin dalam Jong In menekannya, dan dalam sekali
tekanan pisaunya telah melubangi pipi ibunya. Jong In pun menarik pisaunya
secara perlahan-lahan ke arah bibir ibunya dan membuat robekan di pipi Hana.
“bagaimana? Kau tidak mau membantu ibuku?” tanya Jong In
sambil menatap Jaehyun yang tengah menangis menatap Hana yang memutarkan
matanya karena sakit yang luar biasa. Dan dalam sekali tarikan, pipi sampai
bibir Hana terobek dengan sangat mengerikan, menampilkan isi mulut Hana yang
sudah dipenuhi banyak darah.
“ini karena ibu berbohong, sangat indah, aku tidak ingin
lama-lama. Baiklah ayah mengalami pendarahan di kepala, jadi aku akan membuat
Ibu seperti itu.” Mata Hana membulat, Jaehyun yang mendengarnya ingin sekali
menolong kekasihnya tersebut namun ia tidak bisa bergerak. Ia hanya bisa
menangis sedari tadi ketika Hana memutarkan matanya ke sana ke mari karena
sakit yang ia dera juga air mata yang menggenang di pelupuk matanya.
“baiklah, sebaiknya kau memperhatikannya dengan seksama
bodoh.” Dan setelah itu Jong In menarik kepala Ibunya sampai membuat Hana
bersandar di sofa. Jong In pun memotong rambut Hana secara brutal dan akhirnya
menampakkan kulit kepala Hana yang sehat.
“tahan... kalau sakit, itu lebih baik.” Tawa Jong In
membuat Jaehyun semakin menangis, dengan sekuat tenaga Jaehyun menggerakkan
mulutnya untuk memberi isyarat kepada Jong In.
“huh? Jangan? Tidak bisa, begini saja. Kalau aku tahu
kalian selingkuh dan aku meminta seperti ini “ayah ibu, jangan bercerai” apakah
kalian akan berpisah? Tentu tidak.”dan setelah mengatakan itu, Jong In pun
mengangkat pisaunya tinggi-tinggi kemudian menusuk kepala Ibunya dalam-dalam,
kemudian menariknya dan menusuknya lagi berkali-kali. Membuat darah memuncrat
ke kemeja Jong In.
“bajuku kotor, eh sudah mati? Terlalu lemah.” Rendah Jong
In kemudian memeluk kepala Hana yang tak berbentuk tersebut ke arah kemejanya
membuat kemejanya dipenuhi darah yang bewarna pekat dan berbau anyir juga
segar. Jong In pun membawa tongkat baseball tadi ke lantai dua kemudian
meletakkannya
“sekarang giliranmu... kau tidak akan sesakit ibuku
jalang.” Jelas Jong In kemudian menyeret tubuh Jaehyun ke arah tangga, dan
dengan sekuat tenaga Jong In menyeretnya ke arah lantai dua. Lebih tepatnya ke arah
kamarnya, membuat kepala Jaehyun terbentur setiap kali melewati anak tangga.
Kepalanya sangat pusing, namun ia tidak pingsan maupun meninggal. Yang ia
butuhkan sekarang adalah mati dengan segera tanpa merasakan sakit yang luar
biasa.
Setelah meletakkan tubuh Jaehyun bersandar di dinding
kamarnya, Jong In mengeluarkan pisau yang ia gunakan tadi kemudian mengelapnya
dengan kemeja Jaehyun. Dengan perlahan Jong In meletakkan pisau tersebut di
tangan Jaehyun kemudian menggerakan jari-jari Jaehyun untuk menggenggam pisau
tersebut dengan kuat. Dan setelah itu, Jaehyun dapat melihat Jong In
mengarahkan pisau tersebut ke arah punggung tangannya kemudian menusuknya
sampai menembus ke telapak tangannya sendiri.
“akh... bukti cukup, di mana tongkat baseball tadi.” Jong
In pun mengambil tongkat baseball tersebut kemudian menatap Jaehyun datar.
“selamat tinggal jalang.” Dan setelah itu Jaehyun dapat
merasakan kepalanya di hantam dengan tongkat baseball tersebut dengan keras
beberapa kali, dan akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan darah
mengalir di kepalanya.
“selesai, tinggal menelpon kantor polisi.”
~o0o~
“karena saudara Kim Jong In masih di bawah umur, dan
dengan adanya beberapa bukti yang di temukan bahwa saudara Han Jaehyun yang
telah meninggal karena aksi melindungi diri oleh Kim Jong In telah melakukan
pembunuhan terhadap saudari Jung Hana atas dasar cinta bertepuk sebelah tangan.
Dengan ini Kim Jong In dinyatakan tidak bersalah.” Dan setelah itu, Jong In
dapat melihat semua orang yang menghadiri persidangannya beserta paman dan juga
bibinya bersorak bahagia. Sedangkan Jong In, ia hanya tersenyum.
Beberapa saat kemudian Jong In pun keluar dari ruang
sidang tersebut dan mendapati beberapa kamera yang mengarah padanya.
“tolong minggir,
keponakanku sedang tidak dalam keadaan baik-baik karena ditinggalkan kedua
orang tuanya secara tragis.” Dan Jong In pun di bawa masuk ke dalam mobil yang
telah di sediakan oleh pamannya.
FLASBACK
OFF :
“jadi, Jong In sangat jijik terhadap
perempuan.”
“bagaimana kau tahu kejadian ini?”
tanya Kyung Soo, Baekhyun pun menggaruk tengkuknya pelan.
“aku melihat Jong In membunuh
asistentnya malam tadi, dan kau tahu... ia menceritakannya malam tadi. Dan
jangan ingatkan lagi, perutku mual sekarang.” Dan setelah Baekhyun berdiri,
kereta mereka pun datang.
“ayo pulang Baek, terima kasih. Kau
sahabatku, kalau ada yang macam-macam denganmu telepon aku atau Jong In maka
kami akan membantumu.” Kata Kyung Soo sambil memasuki kereta bersama Baekhyun
membuat Baekhyun membulatkan matanya.
“WAIT!!! Aku tidak seperti itu
Kyung, tapi untuk jaga-jaga terima kasih kembali.” Dan akhirnya mereka pun
tertawa ketika Baekhyun mengatakannya tadi. Kereta tersebut akhirnya berjalan
dan meninggalkan stasiun tersebut.
TBC
Mr. Y : mohon maaf mimin gak bisa post lanjutan Dragoner dan MoW, dikarenakan sedang ada kesibukan disekolah. Terima kasih atas perhatiannya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar